Jelang MotoGP Mandalika, Stok BBM dan LPG NTB Dipantau

Jelang MotoGP Mandalika, Stok BBM dan LPG NTB Dipantau

Pemantauan di Salah satu SPBU Lombok oleh Pertamina Patraniaga Jatimbalinus-Ryan-

Mataram, Disway Lombok – Mobilitas masyarakat dan wisatawan diperkirakan meningkat menjelang gelaran MotoGP Mandalika 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit (PMIC). Kondisi tersebut membuat ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di sejumlah wilayah NTB menjadi perhatian.

Pemantauan stok dan distribusi dilakukan mulai dari titik suplai hingga SPBU dan jaringan penyalur LPG. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi perubahan pola konsumsi selama periode gelaran internasional di kawasan Mandalika.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan monitoring dilakukan dengan melihat perkembangan kebutuhan di masing-masing wilayah.

“Pertamina terus melakukan monitoring stok, optimalisasi distribusi, dan pemantauan kondisi penyaluran di lapangan. Kesiapan ini kami lakukan untuk memastikan kebutuhan BBM dan LPG masyarakat tetap terpenuhi, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama gelaran Mandalika,” ujar Ahad, Jumat (2/10/2026).

BACA JUGA:Rekayasa Lalu Lintas Mataram Jelang Pawai Rider MotoGP 2026, Cek Titik Pengalihannya

Sebanyak tujuh SPBU di jalur wisata dan akses menuju kawasan Mandalika turut menjadi titik pemantauan. Tiga SPBU berada di Lombok Tengah, dua di Lombok Barat, dan dua lainnya di Kota Mataram.

Tambahan pasokan sekitar 20–30 persen juga disiapkan untuk jalur wisata dan jalur menuju sirkuit. Namun, penyalurannya dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan throughput harian dan perkembangan kebutuhan di masing-masing SPBU.

Dari sisi suplai, lima armada kapal disiapkan untuk mendukung kebutuhan energi di NTB. Total kapasitasnya sekitar 34.400 KL, dengan jenis kapal Small Tanker II berkapasitas 3.500–6.499 DWT.

“Dari sisi suplai dan distribusi, kami juga memastikan kesiapan armada dan pola suplai agar kebutuhan energi di wilayah NTB dapat terlayani dengan baik. Monitoring dilakukan secara berkelanjutan sehingga pola distribusi dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” jelas Ahad.

BACA JUGA:MotoGP Mandalika 2026: Polda NTB Himbau Penonton Tak Bawa Balita

Selain stok, kondisi antrean di SPBU juga menjadi perhatian. Peningkatan arus kendaraan selama MotoGP berpotensi membuat aktivitas pengisian BBM meningkat di sejumlah titik.

Pengelola SPBU didorong mengatur pelayanan dan antrean agar tidak mengganggu akses maupun arus lalu lintas di sekitar lokasi.

“Apabila terdapat peningkatan antrean di SPBU, kami melakukan monitoring dan evaluasi untuk mengetahui kondisi serta penyebabnya. Pengelola SPBU juga kami dorong untuk mengatur pelayanan dan antrean dengan baik, sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh BBM dengan nyaman dan tertib,” jelas Ahad.

BACA JUGA:MotoGP Mandalika Bukan Sekadar Balapan, tapi Panggung Emas bagi UMKM Lokal

Kebutuhan LPG juga dipantau, terutama di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat dan sektor usaha selama periode MotoGP. Penyaluran dilakukan melalui jaringan agen dan pangkalan resmi dengan pemantauan berkala terhadap ketersediaan di tingkat penyalur.

“Pertamina berkomitmen menjaga keandalan layanan energi selama gelaran MotoGP Mandalika. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dan melakukan evaluasi secara berkala agar kebutuhan energi masyarakat, wisatawan, dan pelaku usaha dapat terpenuhi dengan baik,” tutup Ahad.

Masyarakat juga diimbau melakukan pengisian BBM dan pembelian LPG sesuai kebutuhan serta tidak melakukan pembelian secara berlebihan selama periode gelaran MotoGP Mandalika.

Sumber: