600 Mangrove Ditanam di Pantai Lawata dan Niu Kota Bima

600 Mangrove Ditanam di Pantai Lawata dan Niu Kota Bima

Penanaman 600 Mangrove di Pantai Lawata dan Niu Kota Bima-Dedi Suhadi-

Bima, Disway Lombok - Sebanyak 600 bibit mangrove ditanam di kawasan Pantai Lawata dan Niu bagian barat, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Senin (5/10/2026).

Penanaman tersebut dilakukan dalam kegiatan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dan Gerakan Kota Bima BISA (Bersih, Indah, Sehat, Asri). Kegiatan melibatkan Pemerintah Kota Bima bersama sejumlah unsur, termasuk PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bima.

Wakil Wali Kota Bima Feri Sofyan, S.H., memimpin langsung kegiatan penanaman mangrove tersebut. Sejumlah unsur turut terlibat, mulai dari pimpinan DPRD, Forkopimda, instansi vertikal, BUMN dan BUMD, perguruan tinggi, perangkat daerah, camat dan lurah, hingga organisasi kepemudaan, komunitas, serta kelompok pemerhati lingkungan.

BACA JUGA:Dari Motegi ke Mandalika, Sejumlah Pebalap MotoGP Mulai Tiba di Lombok

Feri mengatakan penanaman mangrove tidak hanya berkaitan dengan penghijauan, tetapi juga berkaitan dengan keberadaan kawasan pesisir dan ekosistem di dalamnya.

“Kegiatan pagi ini bukan sekadar kegiatan menanam pohon. Ini adalah bentuk nyata dari komitmen kita untuk menjaga lingkungan, memperkuat ketahanan wilayah pesisir, sekaligus membangun kesadaran bahwa menjaga Kota Bima adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Sebanyak 600 bibit mangrove ditanam di dua lokasi. Setelah penanaman, pemeliharaan dan pengawasan menjadi bagian penting untuk memastikan bibit dapat tumbuh dan berkembang.

BACA JUGA:Prabowo Resmikan Kodam XXX/Rinambora, Mayjen Edi Saputra Jadi Pangdam

Mangrove memiliki fungsi ekologis bagi kawasan pesisir, antara lain sebagai pelindung alami pantai serta habitat berbagai jenis organisme. Keberadaan vegetasi tersebut juga berkaitan dengan keberlangsungan ekosistem pesisir.

Manajer PLN UP3 Bima mengatakan keterlibatan PLN dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program lingkungan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Bima.

“PLN UP3 Bima berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan kolaboratif yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Penanaman mangrove ini menjadi langkah nyata untuk menjaga kawasan pesisir sekaligus memperkuat kepedulian bersama terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

BACA JUGA:Pemkot Mataram Putus Kontrak 15 PPPK Paruh Waktu, Ini Sebabnya

Kegiatan tersebut juga melibatkan berbagai kelompok di luar unsur pemerintah dan BUMN. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, serta masyarakat dinilai diperlukan untuk menjaga keberlanjutan program lingkungan di kawasan pesisir.

General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli mengatakan perusahaan membuka ruang kerja sama dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan dan masyarakat.

“Bagi PLN, menjaga keberlanjutan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Kami mendukung Gerakan Indonesia ASRI dan Kota Bima BISA sebagai gerakan bersama yang perlu dijaga kesinambungannya. Semangat kolaborasi seperti ini sejalan dengan komitmen PLN untuk terus tumbuh bersama masyarakat dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan di wilayah Nusa Tenggara Barat,” ujar Yondri.

Sumber: