Gedung Inspektorat dan BPBD KLU Ditarget Rampung Desember 2026
Tampak depan pembangunan Gedung Inspektorat Lombok Utara-Foto: Ryan/Istimewa-
Lombok Utara, Disway Lombok - Pembangunan gedung baru Inspektorat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus dikebut. Pemerintah daerah menargetkan kedua proyek tersebut rampung pada akhir Desember 2026.
Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) KLU, Rangga Wijaya mengatakan, progres pembangunan gedung Inspektorat saat ini mencapai 65,57 persen.
Namun, progres tersebut masih mengalami deviasi minus sekitar 4 persen dari target dalam time schedule. Kondisi itu menjadi perhatian agar penyedia jasa melakukan percepatan pekerjaan.
BACA JUGA:Korem 162/Wira Bhakti Matangkan Skenario Pengamanan dan Evakuasi MotoGP 2026
“Progres fisiknya sudah mencapai 65,57 persen. Memang ada deviasi minus sekitar 4 persen dari target, tetapi tidak terlalu besar. Kita tetap mengingatkan penyedia dan konsultan pengawas agar menyesuaikan kembali dengan time schedule,” kata Rangga.
Pekerjaan struktur utama gedung Inspektorat disebut sudah memasuki tahap akhir. Atap gedung juga telah tertutup seluruhnya sehingga pekerjaan berikutnya lebih banyak diarahkan pada tahap arsitektur dan interior.
Pekerjaan tersebut mencakup pemasangan dinding dan sekat ruangan, ornamen eksterior seperti GRC, serta persiapan pemasangan keramik atau granit pada lantai bawah.
Material keramik yang digunakan telah diajukan kontraktor dan mendapat persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Spesifikasinya disesuaikan dengan material yang digunakan pada Kantor Bupati dan sejumlah kantor organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.
BACA JUGA:Pengamanan Pelabuhan Poto Tano Diperketat Jelang MotoGP Mandalika
Rangga mengatakan tidak ada kendala berarti dalam pembangunan gedung Inspektorat. Percepatan akan dilakukan, termasuk pada pekerjaan mekanikal, elektrikal dan plumbing (MEP).
“Harapannya bulan Oktober ini bisa dikebut, termasuk pekerjaan MEP. Dari Inspektorat juga berharap bisa segera pindah, sehingga kita ditargetkan selesai Desember,” ujarnya.
Sementara itu, pembangunan gedung BPBD KLU memiliki progres sekitar 40 persen. Proyek tersebut dimulai lebih lambat dibandingkan pembangunan gedung Inspektorat, namun pekerjaan di lapangan terus dilakukan.
Penyedia juga telah mengajukan termin pertama. Sesuai ketentuan pembayaran, termin pertama sebesar 30 persen dapat diajukan setelah progres fisik mencapai 35 persen.
BACA JUGA:Lombok Utara Siapkan Wisata Daratan, Senaru hingga Gumantar Masuk Pemetaan
Percepatan pekerjaan terlihat dari aktivitas pengecoran ring balok bagian atas gedung yang dilakukan hingga malam hari. Pelaksana juga mendatangkan peralatan pendukung untuk mempercepat proses pengecoran.
“Pekerjaannya sampai lembur sekitar pukul 9 sampai 10 malam. Pengecoran dilakukan malam karena kondisi lebih dingin sehingga beton lebih homogen dan diharapkan meminimalkan potensi retak,” jelas Rangga.
Pembangunan gedung BPBD ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026. Jika pekerjaan berjalan sesuai rencana, gedung tersebut diharapkan mulai ditempati jajaran BPBD pada Januari 2027.
Namun, sejumlah pekerjaan penataan kawasan seperti landscape, pagar keliling dan kelengkapan eksterior lainnya kemungkinan belum seluruhnya selesai tahun ini. Pemerintah daerah akan menyesuaikannya dengan ketersediaan anggaran, termasuk kemungkinan menggunakan sisa hasil tender.
Rangga berharap dukungan anggaran pada 2027 dapat diarahkan untuk melengkapi fasilitas interior gedung.
“Insyaallah Januari sudah bisa bersiap ditempati. Kita juga berharap TAPD bisa mendukung penganggaran interior dan fasilitas ruangan pada 2027, sehingga kenyamanan ASN BPBD bisa meningkat dan berdampak pada kinerja,” tutupnya.
Sumber: