Sumur Mengering, Warga Mokong Sumbawa Krisis Air Bersih hingga 6 Bulan
Kekeringan melanda Kabupaten Sumbawa-Istimewa-
Sumbawa, Disway Lombok – Ratusan kepala keluarga di Desa Mokong, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau. Sumur-sumur warga mengering, membuat masyarakat harus mencari sumber air lain hingga membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Krisis air bersih tersebut mulai dirasakan sejak Agustus 2026. Kondisi ini bukan kali pertama terjadi. Setiap tahun, warga Desa Mokong harus menghadapi persoalan serupa yang bisa berlangsung selama empat hingga enam bulan.
BACA JUGA:Sholat Istisqa Digelar di Lombok Barat, Kekeringan Masih Melanda Sejumlah Wilayah
Bahkan, kekeringan masih dapat berlanjut hingga November atau Desember, meskipun hujan mulai turun. Sumur warga membutuhkan waktu untuk kembali terisi dan menghasilkan air yang cukup.
Salah seorang warga Desa Mokong, Sri Artil Hasanah, mengatakan krisis air bersih telah menjadi persoalan berulang setiap musim kemarau. Ketika sumur tidak lagi mengeluarkan air, warga terpaksa mencari sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Ironisnya, Desa Mokong berada tidak jauh dari Bendungan Batu Bulan, salah satu sumber air di Kabupaten Sumbawa. Namun, keberadaan bendungan tersebut belum membuat warga terbebas dari kesulitan mendapatkan air bersih.
BACA JUGA:BMKG Prakirakan Cuaca NTB Cerah hingga Hujan Ringan hingga 14 Oktober
Untuk mandi dan mencuci, sebagian warga terpaksa mendatangi Bendungan Batu Bulan maupun area persawahan di sekitar desa. Mereka harus mengeluarkan tenaga dan meluangkan waktu untuk mendapatkan air.
Sementara itu, kebutuhan air untuk konsumsi dan keperluan rumah tangga lainnya menjadi persoalan tersendiri ketika sumur warga mengering.
Warga lainnya, Jumianti, mengatakan masyarakat harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air bersih. Bagi warga yang tidak mampu membeli air, pilihan lainnya adalah mengambil air dari sumber yang lokasinya cukup jauh, termasuk di kawasan Bendungan Batu Bulan.
Pengeluaran tambahan tersebut menjadi beban bagi rumah tangga, terutama ketika krisis air berlangsung selama berbulan-bulan.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa telah menyalurkan bantuan air bersih melalui Polres Sumbawa.
Namun, distribusi air masih menjadi penanganan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat. Persoalan kekeringan yang berulang setiap tahun membutuhkan solusi jangka panjang agar warga tidak terus bergantung pada bantuan maupun pembelian air.
Warga berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat menghadirkan sistem penyediaan air bersih yang mampu menjamin ketersediaan air sepanjang tahun, terutama saat musim kemarau.
Sumber: