Penghasilan Badut Jalanan Mataram Tembus Rp16 Juta Sebulan

Penghasilan Badut Jalanan Mataram Tembus Rp16 Juta Sebulan

Satpol PP Kota Mataram kini memburu dua orang yang diduga sebagai koordinator aktivitas badut jalanan.-Ramli-

MATARAM, DISWAY LOMBOK – Penghasilan badut jalanan di Kota Mataram ternyata bisa mencapai Rp16 juta per bulan. Angka ini memunculkan dugaan adanya praktik bisnis terorganisasi di balik maraknya badut yang mangkal di persimpangan lampu merah dan jalan protokol.

Temuan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram kini memburu dua orang yang diduga berperan sebagai koordinator aktivitas badut jalanan.

Kepala Satpol PP Kota Mataram, Irwan Rahadi, mengatakan pihaknya sedang memetakan jaringan yang diduga mengendalikan aktivitas tersebut.

BACA JUGA:Anggaran Rp127 Miliar, Desa Berdaya NTB Mulai Bergerak

"Kami sedang melakukan mapping (pemetaan) dan mencari koordinatornya," tegas Irwan saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2026).

Besarnya potensi pendapatan itu sebelumnya terungkap dari temuan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram. Penghasilan seorang badut jalanan disebut bisa mencapai Rp13 juta hingga Rp16 juta setiap bulan, jauh di atas gambaran pendapatan pekerja informal pada umumnya.

BACA JUGA:MotoGP Mandalika 2026, UMKM Raup Omzet hingga Rp11 Juta

Angka tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai siapa yang sebenarnya menikmati hasil aktivitas di jalanan, terutama jika para badut tidak sepenuhnya bekerja secara mandiri.

Irwan menyebut, ada tiga dugaan motif di balik fenomena tersebut. Pertama, faktor desakan ekonomi. Kedua, aktivitas yang sengaja dilakukan hingga mengganggu keamanan dan ketertiban lalu lintas. Ketiga, adanya kelompok terkoordinasi yang memanfaatkan aktivitas badut jalanan sebagai bisnis.

BACA JUGA:MotoGP Mandalika 2026 Pecahkan Rekor, 157.875 Penonton Hadir

Meski demikian, dugaan adanya jaringan terorganisasi itu masih perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Satpol PP selama ini menyerahkan badut jalanan yang terjaring penertiban kepada Dinsos untuk menjalani pembinaan administratif. Namun, pemerintah kota menegaskan tidak akan membiarkan mereka terus beroperasi di lokasi yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keselamatan pengguna jalan.

"Kami suruh Dinsos untuk pembinaan secara administrasi dulu, dengan catatan jangan mengulangi. Kalau besok dia tertangkap lagi dan mengulangi, kami sita permanen kostumnya," ancam Irwan.

Sumber: