Lotim Punya 92 Desa Wisata, Masyarakat Diminta Bergerak

Lotim Punya 92 Desa Wisata, Masyarakat Diminta Bergerak

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, Lalu Mirayang. -Dedi Suhadi-

LOMBOK TIMUR, DISWAY LOMBOK – Lombok Timur memiliki 92 desa wisata. Namun, pengembangannya tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Masyarakat harus menjadi penggerak utama agar potensi wisata desa mampu menghasilkan manfaat ekonomi bagi warga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, Lalu Mirayang, menegaskan pentingnya inisiatif masyarakat dalam membangun pariwisata berbasis potensi lokal.

Hal itu disampaikannya di sela Rapat Koordinasi Tata Kelola Kawasan Strategis Pariwisata Berkelanjutan di Hotel Lombok Raya, Senin (12/10/2026).

BACA JUGA:Kemenparekraf Dorong Pariwisata NTB Jadi Identitas Daerah

“Kalau kita berharap dari pemerintah tentu sulit karena keterbatasan anggaran. Karena itu, masyarakat dari bawah harus menjadi pelaku utama dalam membangun pariwisata,” ujarnya.

Mirayang mencontohkan Desa Tetebatu yang mampu mengembangkan pariwisata berkat kekompakan masyarakat. Keterlibatan warga membuat potensi desa tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Selain Tetebatu, Sembalun juga dinilai menunjukkan perkembangan dalam pengembangan pariwisata di Lombok Timur.

BACA JUGA:Anggaran Rp127 Miliar, Desa Berdaya NTB Mulai Bergerak

Menurut Mirayang, keberhasilan desa wisata tidak cukup ditentukan oleh keindahan alam. Kesiapan masyarakat dalam mengelola potensi, membangun daya tarik, dan menciptakan kenyamanan bagi wisatawan juga menjadi faktor penting.

Karena itu, kelompok sadar wisata (Pokdarwis) diharapkan mengambil peran lebih aktif dalam menginisiasi kegiatan dan menggerakkan masyarakat di tingkat desa.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendampingan dan pelatihan pariwisata. Namun, keterbatasan anggaran membuat program tersebut belum bisa menjangkau seluruh desa secara merata.

Dengan 92 desa wisata yang dimiliki, tantangan Lombok Timur kini bukan sekadar menambah destinasi, melainkan memastikan setiap desa mampu mengelola potensi secara berkelanjutan.

Sumber: