Blank Spot Hambat Promosi Wisata Kabupaten Bima, Poja Jadi Sorotan
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Muhamad Akbar.-Dedi Suhadi-
KABUPATEN BIMA, DISWAY LOMBOK — Keterbatasan jaringan internet di sejumlah destinasi wisata Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi kendala dalam memperluas promosi digital. Kondisi ini juga berpotensi menyulitkan wisatawan mencari informasi destinasi hingga mengakses layanan pemesanan secara daring.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Muhamad Akbar, mengatakan sejumlah kawasan wisata masih menghadapi persoalan konektivitas. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Poja, termasuk kawasan Ocean Mantra dan Kalimaya. Destinasi Kalaki juga disebut perlu mendapat perhatian dalam penguatan akses digital.
“Ini yang kami harapkan, sehingga ke depannya Kominfo atau pihak lainnya bisa membantu kami. Daerah Poja ke sana itu sangat kekurangan sekali, malah blank. Pakai Starlink tapi tidak bisa,” ujar Akbar.
BACA JUGA:18 Ribu KK di Lombok Barat Belum Masuk Desil, Ini Langkah Pemkab
Menurut dia, keterbatasan jaringan perlu ditangani agar pengembangan destinasi dapat berjalan beriringan dengan promosi melalui platform digital. Persoalan serupa juga ditemukan di sejumlah kawasan Tambora, meskipun kondisinya lebih berupa jaringan yang tidak stabil.
Selain infrastruktur internet, Muhamad Akbar menyoroti pentingnya memastikan destinasi wisata mudah ditemukan melalui mesin pencari, terutama Google. Informasi lokasi dan koordinat yang akurat dinilai dapat membantu calon wisatawan menemukan destinasi sebelum berkunjung.
Ocean Mantra, Kalimaya, dan Kalaki diharapkan memiliki informasi lokasi yang mudah diakses secara digital. Dengan begitu, promosi destinasi tidak hanya bergantung pada informasi dari pengelola atau promosi dari mulut ke mulut.
BACA JUGA:Hadapi AI, Kemnaker Dukung Penerapan Formula 5T
Muhamad Akbar menyebut sejumlah hotel di Kabupaten Bima telah memiliki situs web dan memanfaatkan tautan atau grup penjualan untuk menawarkan layanan kepada calon tamu. Namun, jangkauan promosi tersebut dinilai masih perlu diperluas agar dapat menjangkau pasar yang lebih besar.
Penguatan jaringan komunikasi dan pemetaan destinasi menjadi dua hal yang perlu berjalan beriringan. Tanpa konektivitas yang memadai, wisatawan akan kesulitan mengakses informasi langsung dari lokasi, sementara destinasi yang belum terpetakan dengan baik berisiko lebih sulit ditemukan oleh calon pengunjung.
Karena itu, dukungan pemerintah dan pihak terkait dibutuhkan untuk mengatasi blank spot sekaligus memperkuat kehadiran destinasi wisata Kabupaten Bima di platform digital.
Sumber: