Mohan Roliskana Pimpin KONI NTB 2026–2030, Targetkan Prestasi di PON 2028
Mohan Roliskana Pimpin KONI NTB 2026–2030-Ramli-
MATARAM, DISWAY LOMBOK — Mohan Roliskana terpilih sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026–2030. Dalam pemilihan pada musyawarah KONI NTB, Mohan memperoleh dukungan lebih banyak dibandingkan pesaingnya, Mori Hanapi.
Berdasarkan hasil pemungutan suara yang disampaikan dalam musyawarah, Mohan mengantongi 45 dukungan, sedangkan Mori memperoleh 29 suara. Rincian dukungan yang dicantumkan dalam hasil pemilihan berasal dari cabang olahraga (cabor), KONI kabupaten/kota, serta unsur lainnya.
Dalam penyusunan kepengurusan periode mendatang, Mohan juga telah menentukan tim formatur, yakni H. Firadz dan Rawan Terpilih.
BACA JUGA:Anggaran Pariwisata Terbatas, Kemenparekraf Dorong Konsep “Kere Aktif”
Mohan mengatakan, pembinaan olahraga di NTB membutuhkan sistem yang matang, pelatih berkualitas, serta tata kelola organisasi yang baik. Pengalamannya sebagai mantan atlet, menurut dia, menjadi bekal untuk memahami kebutuhan atlet dan tantangan pembinaan olahraga prestasi.
"Potensi atlet kita sudah cukup, tetapi kita harus memiliki satu sistem yang matang, pelatih yang berkualitas, serta tata kelola organisasi yang baik," ujar Mohan di hadapan peserta musyawarah.
Ia menempatkan persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 sebagai salah satu fokus utama kepengurusan baru. NTB bersama Nusa Tenggara Timur (NTT) dijadwalkan menjadi tuan rumah ajang olahraga nasional tersebut.
BACA JUGA:Zulhas Tunjuk Mendag Budi Santoso Pimpin PAN NTB, Gantikan LAZ
Melalui visi “NTB Juara, NTB Mendunia”, Mohan mendorong kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk memperkuat pembinaan atlet dan meningkatkan prestasi daerah.
Selain aspek teknis pembinaan, ia menyoroti pentingnya pengelolaan anggaran yang transparan dan profesional. Sinergi dengan berbagai pihak serta penguatan jejaring juga dinilai diperlukan untuk mendukung kebutuhan olahraga prestasi.
Kepemimpinan Mohan akan memasuki periode yang berdekatan dengan persiapan NTB menghadapi PON 2028. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan visi tersebut ke dalam program pembinaan, peningkatan kualitas pelatih, serta sistem organisasi yang mendukung pencapaian prestasi atlet.
Sumber: