Polsek Gunungsari Amankan 40 Jerigen Pertalite Tanpa Pemilik

Polsek Gunungsari Amankan 40 Jerigen Pertalite Tanpa Pemilik

Barang bukti puluhan jerigen berisi BBM jenis Pertalite dan jerigen kosong yang ditemukan Polsek Gunungsari di lahan kosong-Ryan-

LOMBOK BARAT, DISWAY LOMBOK — Polsek Gunungsari mengamankan 40 jerigen yang terdiri dari 21 jerigen berisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan 19 jerigen kosong di sebuah lahan kosong, Selasa (13/10/2026). Hingga kini, pemilik BBM tersebut belum diketahui.

Kapolsek Gunungsari AKP Imran Rosyadi mengatakan, temuan itu berawal dari laporan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti oleh personel kepolisian.

“Ada 40 jerigen, 21 terisi Pertalite dan 19 kosong,” kata Imran, Selasa (13/10/2026).

Menurut Imran, lokasi penemuan berada cukup jauh dari permukiman warga. Masyarakat sekitar, termasuk kepala dusun setempat, mengaku tidak mengetahui pemilik lahan maupun orang yang menyimpan jerigen tersebut.

BACA JUGA:PAN NTB Siapkan Kader Pengganti LAZ, Tunggu Proses Hukum Inkrah

“Masyarakat di sekitar lokasi, termasuk Pak Kadus, tidak tahu siapa pemilik lahan karena lokasinya jauh dari pemukiman. Pemilik barangnya juga belum diketahui,” jelasnya.

Dari 21 jerigen yang berisi Pertalite, volume BBM bervariasi. Setiap jerigen diperkirakan berkapasitas sekitar 25 liter, tetapi tidak semuanya terisi penuh.

“Tidak semuanya terisi penuh, ada yang terisi penuh dan ada yang masih setengah,” beber Imran.

Saat ini, seluruh barang bukti diamankan di Mapolsek Gunungsari. Polisi juga telah berkoordinasi dengan Polresta Mataram untuk penanganan lebih lanjut.

“Kami masih mengamankan barang bukti saja dulu sambil menunggu jika ada pemiliknya yang datang. Kami sudah koordinasi dengan Polres, sementara barang bukti diamankan di Polsek dulu karena cuaca juga sedang panas,” tegasnya.

BACA JUGA:Mohan Roliskana Pimpin KONI NTB 2026–2030, Targetkan Prestasi di PON 2028

Imran mengatakan, apabila ada pihak yang mengaku sebagai pemilik BBM tersebut, penanganan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Polresta Mataram.

Polisi juga akan mendalami temuan tersebut untuk memastikan asal-usul BBM dan tujuan penyimpanannya. Imran menduga, penyimpanan Pertalite itu berpotensi berkaitan dengan praktik penimbunan untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

“Pasti ada indikasi tindak pidananya karena dugaan penimbunan. Mungkin dibeli dengan harga murah lalu dijual lagi di tempat lain dengan harga lebih mahal,” pungkasnya.

Sumber: