Bertahun-tahun Disuarakan, Tanggul Pantai Mapak Direspons Pusat
H. Syamsul Bahri Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Mataram-Ramli-
MATARAM, DISWAY LOMBOK – Warga pesisir Mapak, Kelurahan Jempong Baru, Kota Mataram, akhirnya mendapat harapan baru setelah bertahun-tahun menghadapi ancaman abrasi. Rencana pembangunan tanggul penahan ombak di sepanjang Pantai Mapak Indah hingga Pantai Gading kini mendapat respons dari pemerintah pusat.
Selama ini, gelombang pasang dan banjir rob terus mengancam permukiman warga. Sempadan pantai yang sebelumnya menjadi tempat nelayan memarkir perahu perlahan hilang tergerus abrasi. Bahkan, gelombang laut kerap menghantam hingga merusak rumah warga.
Ketua Nelayan Pantai Gading, Haji Nurdin, mengatakan abrasi paling parah terjadi pada 2022 hingga 2023. Dalam periode tersebut, daratan pesisir terkikis hingga belasan meter.
BACA JUGA:PSI NTB Sambut Kabar TGB Merapat, Lalu Budi: Magnet Politik Luar Biasa
"Tahun 2022 bibir pantai tergerus sekitar 7 meter. Tahun 2023 bertambah 4 meter. Kemudian dari Juli hingga September tergerus lagi 3 meter. Jadi total dalam kurun waktu 2 tahun terakhir, daratan kita hilang hingga 14 meter," ujar Haji Nurdin, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, abrasi membentang sekitar 2,5 kilometer, mulai dari kawasan Luang Baluk hingga Kuranji. Setelah kerusakan parah pada 2022 dan 2023, abrasi kembali mengikis pantai sekitar 3 meter pada 2024 dan 1 meter pada 2025.
Meski laju abrasi disebut mulai melandai, warga belum bisa bernapas lega. Ancaman gelombang pasang masih menghantui, terutama pada Januari hingga Maret setiap tahunnya.
BACA JUGA:Karhutla Belum Terkendali, Komisi IV DPR RI Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional
Haji Nurdin menduga pembangunan jetty atau bangunan pemecah ombak di kawasan Taman Loang Baloq, Tanjung Karang, turut memengaruhi kondisi arus laut di sekitar pesisir. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan kajian teknis untuk memastikan kaitannya dengan abrasi di Mapak.
Dampak kerusakan pantai tidak hanya dirasakan warga yang tinggal di kawasan pesisir. Abrasi juga mengancam kawasan wisata Pantai Gading yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat setempat.
Karena itu, warga berharap pembangunan tanggul penahan ombak segera direalisasikan. Infrastruktur tersebut dinilai mendesak untuk melindungi permukiman, aktivitas nelayan, dan kawasan wisata dari ancaman gelombang pasang.
BACA JUGA:Tanggul Pantai Mapak Dibangun Rp15 Miliar, Bintaro Disiapkan Rp60 Miliar
"Kalau kemauan warga, maunya dibangun bersamaan antara Jetty dan tanggul. Tapi karena keterbatasan anggaran, mungkin dilakukan secara bertahap, dan kita prioritaskan pembangunan tanggul dulu," jelas Haji Nurdin.
Adapun kawasan yang dinilai mendesak mendapat perlindungan meliputi batas Pantai Gading, permukiman warga, hingga perbatasan Mapak Belatung dan Mapak Indah.
Sumber: