Lahan Jadi Kendala, Gerai KDMP Mataram Menunggu Juknis

Lahan Jadi Kendala, Gerai KDMP Mataram Menunggu Juknis

Pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di Kota Mataram masih menghadapi kendala ketersediaan lahan. -Ryan-

MATARAM, DISWAY LOMBOK – Pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di Kota Mataram masih menghadapi kendala ketersediaan lahan. Dari 50 kelurahan yang menjadi sasaran program tersebut, baru lima kelurahan yang memiliki gerai fisik, dengan dua di antaranya telah rampung 100 persen.

Kepala Dinas Koperasi Kota Mataram, Jemmy Nelwan, menyebut dua gerai yang telah selesai dibangun berada di Kelurahan Abiantubuh dan Babakan. Kedua koperasi tersebut juga telah menerima bantuan truk operasional untuk mendukung aktivitas usaha.

“Untuk Koperasi Merah Putih, dari 50 kelurahan, saat ini sudah ada 5 yang memiliki gerai. Yang progres pembangunannya sudah 100 persen berada di Abiantubuh dan Babakan, dan keduanya juga sudah mendapatkan bantuan truk,” ujar Jemmy. 

BACA JUGA:Polda NTB Ingatkan Pelajar SMAN 1 Mataram Bahaya Judi Online

Meski pembangunan kedua gerai telah tuntas, Dinas Koperasi masih akan melakukan verifikasi dan validasi. Tahapan ini diperlukan untuk memastikan kelayakan fisik bangunan sebelum digunakan untuk melayani anggota koperasi dan masyarakat.

Sementara itu, persoalan lahan menjadi salah satu hal yang masih perlu diselesaikan dalam pengembangan gerai Koperasi Merah Putih atau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Jemmy menjelaskan, ketentuan sebelumnya mensyaratkan lahan berukuran 20 x 30 meter. Namun, pihaknya mendapat informasi mengenai kemungkinan aturan baru yang lebih fleksibel, sehingga gerai dapat dibangun di atas lahan seluas dua hingga tiga are. 

BACA JUGA:Berkas P21, Dua Tersangka Curat Dilimpahkan ke Kejari Mataram

“Kami mendengar ada regulasi baru untuk mengakomodasi koperasi yang tidak memiliki lahan seluas itu, misalnya dengan luas dua atau tiga are sudah bisa dibangun gerai. Namun, kami masih harus mempelajari aturan baru tersebut secara resmi,” katanya.

Dinas Koperasi Kota Mataram kini menunggu petunjuk teknis terbaru sebagai acuan dalam menentukan lokasi dan melanjutkan pembangunan gerai. Kepastian aturan tersebut diharapkan dapat membantu kelurahan yang terkendala keterbatasan lahan.

Pemkot Mataram melalui Dinas Koperasi juga terus mendampingi proses legalitas, pembangunan, hingga persiapan operasional koperasi agar program tersebut dapat berjalan dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan. 

Sumber: