Unram Susun Desain Rekonstruksi Sade, Keselamatan Jadi Perhatian
Universitas Mataram (Unram) menyusun desain teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) rekonstruksi Dusun Adat Sade, Desa Rembitan, Lombok Tengah. -Dedi Suhadi-
LOMBOK TENGAH, DISWAY LOMBOK – Universitas Mataram (Unram) menyusun desain teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) rekonstruksi Dusun Adat Sade, Desa Rembitan, LOMBOK TENGAH, pascakebakaran pada 22 Agustus 2026. Perencanaan ini menggabungkan upaya mempertahankan arsitektur tradisional Sasak dengan penguatan sistem keselamatan kebakaran.
Penyusunan dokumen tersebut dilakukan Tim Cepat Tanggap (TCT) Sade yang dibentuk Unram untuk mendukung pemulihan permukiman adat yang menjadi salah satu ikon wisata budaya di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Hingga awal Oktober 2026, tim telah melakukan survei dan pemetaan lapangan serta menyiapkan desain teknis sejumlah bangunan dan infrastruktur dasar. Langkah ini menjadi kontribusi Unram dalam mendukung proses rekonstruksi bersama pemerintah dan masyarakat adat.
BACA JUGA:Kampung Nelayan Bintaro Mulai Dihuni, Pasar Ikan Ditata
Ketua TCT Sade Unram, Dr. Ir. Rini S. Saptaningtyas, mengatakan rekonstruksi tidak cukup hanya dengan membangun kembali bangunan yang rusak akibat kebakaran. Pemulihan juga harus memperhatikan keberlanjutan tradisi dan keselamatan masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.
“Rekonstruksi Sade bukan sekadar membangun kembali bangunan yang terbakar. Yang ingin kami pulihkan adalah ruang hidup masyarakat, sekaligus menjaga agar pengetahuan, tradisi, dan identitas arsitektur Sade tetap hidup,” ujar Rini.
Menurut dia, perencanaan perlu mempertemukan pengetahuan lokal masyarakat dengan dukungan keilmuan dan teknologi, sehingga karakter permukiman adat tetap terjaga tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
BACA JUGA:Lahan Jadi Kendala, Gerai KDMP Mataram Menunggu Juknis
Dokumen teknis yang disusun TCT mencakup desain dan RAB masjid, museum, Bale Tani, Bale Bontar, berugaq, sekenem, hingga toilet. Tim juga merancang kebutuhan infrastruktur kawasan, seperti sistem proteksi kebakaran, jaringan listrik, penyediaan air bersih, pengelolaan air limbah, dan drainase.
Dalam perencanaannya, tim berupaya mempertahankan karakter arsitektur Sade dengan penggunaan material lokal, seperti kayu, bambu, dan alang-alang. Di saat yang sama, kebutuhan utilitas dan proteksi kebakaran diintegrasikan secara kontekstual agar sesuai dengan karakter permukiman tradisional.
TCT Sade melibatkan tenaga ahli dari berbagai bidang, mulai dari arsitektur, perencanaan wilayah dan kota, teknik elektro, teknik mesin, teknik informatika, ekonomi pariwisata, komunikasi, hingga kebudayaan.
Tim tersebut dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Rektor Unram Nomor 13144/UN18/HK/2026 dan bekerja dalam koordinasi Satuan Tugas Pemerintah Provinsi NTB. Rini juga ditetapkan sebagai perwakilan Unram dalam satgas melalui Keputusan Gubernur NTB Nomor 100.3.3.1-400 Tahun 2026.
Sementara itu, proses pembangunan kembali sejumlah fasilitas di Sade telah berjalan dengan dukungan berbagai pihak. Berdasarkan laporan perkembangan tim, pembangunan masjid telah memasuki tahap pemasangan sloof, sedangkan pekerjaan museum sudah dimulai.
Pembangunan sekenem, Bale Tani, dan Bale Bontar dilaporkan telah mencapai tahap atap. Namun, pekerjaan dinding Bale Tani dan Bale Bontar masih perlu dilanjutkan.
Sumber: