PGRI Mataram Usulkan Bahasa Sasak Berlaku di Semua Jenjang
Ketua PGRI Kota Mataram, Imam Purwanto, S.Pd., mengatakan pembelajaran Bahasa Sasak perlu diterapkan secara menyeluruh-Ramli-
MATARAM, DISWAY LOMBOK – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Mataram mendukung rencana penerapan Bahasa Sasak sebagai muatan lokal di sekolah. Namun, kebijakan tersebut diusulkan tidak hanya berlaku untuk SD dan SMP, tetapi juga SMA, SMK hingga madrasah di Kota Mataram.
Ketua PGRI Kota Mataram, Imam Purwanto, S.Pd., mengatakan pembelajaran Bahasa Sasak perlu diterapkan secara menyeluruh agar pelestarian bahasa daerah menjangkau seluruh peserta didik.
"Warga Kota Mataram itu ada di berbagai instrumen pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, SMK, MIN, MTs, hingga MAN. Kalau bisa, jangan hanya SD dan SMP saja. Semua jenjang sekolah di Kota Mataram harus melakukannya supaya komprehensif," ujar Imam, Rabu (21/10/2026).
BACA JUGA:Wabup KLU Ingatkan Pj Kades Teres Genit Kejar Status Definitif
Sebelumnya, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana membuka peluang penguatan regulasi penerapan Bahasa Sasak sebagai muatan lokal untuk tingkat SD dan SMP saat menerima audiensi Majelis Adat Sasak.
Menanggapi rencana tersebut, Imam menilai perlu ada koordinasi lintas instansi untuk membahas regulasi, kurikulum, hingga kesiapan tenaga pengajar.
Dia mengusulkan pertemuan yang melibatkan Dinas Pendidikan Kota Mataram, Kantor Kementerian Agama, Dinas Pendidikan Provinsi NTB, serta Dewan Adat Sasak.
BACA JUGA:Tak Pakai Helm hingga Knalpot Brong, Puluhan Pengendara Ditilang di Mataram
Menurutnya, pembahasan juga perlu mencakup mekanisme pencantuman nilai dalam rapor dan penentuan pola pembelajaran, baik melalui mata pelajaran muatan lokal maupun integrasi ke mata pelajaran lain.
Selain itu, ketersediaan guru yang menguasai Bahasa Sasak sesuai kaidah menjadi tantangan tersendiri. Penyiapan tenaga pengajar bisa dilakukan melalui pembekalan guru yang sudah ada, pelibatan penutur dari Dewan Adat Sasak, atau pendidikan dan pelatihan khusus.
PGRI Kota Mataram menyatakan siap membantu menjembatani koordinasi antarlembaga agar kebijakan tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan.
"PGRI siap membantu. Kami berpesan kepada Pak Wali, tolong rangkul seluruh warga Kota Mataram di semua sekolah, tidak hanya yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan kota saja," pungkasnya.
Sumber: