Bulog NTB Siapkan 20 Ton Beras di Gerakan Pangan Murah
Perum Bulog bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan 20 ton beras, 30.000 liter minyak goreng, dan 2 ton gula pasir dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) memperingati Hari Pangan Sedunia-Ryan/Istimewa-
LOMBOK BARAT, DISWAY LOMBOK — Perum Bulog bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan 20 ton beras, 30.000 liter minyak goreng, dan 2 ton gula pasir dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) memperingati Hari Pangan Sedunia. Kegiatan yang digelar di sembilan titik ini menawarkan bahan pokok dengan harga yang dibatasi agar tetap terjangkau masyarakat.
Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog NTB, Sri Rejeki Lestari Y, mengatakan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram. Sementara itu, harga minyak goreng Minyakita tidak boleh melebihi Rp15.700 per liter.
“Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan hari ini dalam rangka Hari Pangan Sedunia merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, memastikan pangan tersedia dalam jumlah yang cukup, dengan harga terjangkau, dan kualitas yang baik,” kata Sri Rejeki.
BACA JUGA:JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi Febrie Adriansyah Terkait Pemerasan Pengusaha Tan Kian Rp55 Miliar
Menurut Sri Rejeki, GPM menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok. Hingga menjelang peringatan Hari Pangan Sedunia, Bulog NTB telah melaksanakan sekitar 367 kegiatan serupa. Jumlah tersebut diproyeksikan melampaui 400 kegiatan hingga akhir 2026, seiring rencana pelaksanaan di sejumlah kabupaten.
“Komitmen kami adalah mendukung segala program ketahanan pangan yang dijalankan oleh pemerintah daerah,” ujarnya.
Selain melalui pasar murah, Bulog menyalurkan bahan pangan melalui ritel modern, Rumah Pangan Kita (RPK), kios pasar, dan outlet pemerintah.
BACA JUGA:152 Desa Belum Terima Dana Desa Berdaya Rp300 Juta, Wagub NTB Desak Percepatan
Data Bulog mencatat penyaluran beras SPHP melalui seluruh saluran distribusi mencapai sekitar 19,96 juta kilogram. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,31 juta kilogram disalurkan melalui kegiatan GPM.
Untuk komoditas lain, penyaluran gula pasir melalui GPM mencapai 73.000 kilogram, sedangkan total penyaluran melalui seluruh saluran tercatat 277.000 kilogram. Adapun penyaluran Minyakita mencapai sekitar 3,27 juta liter.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, L. Mirza Amir Hamzah, mengatakan GPM merupakan salah satu upaya pemerintah mengendalikan inflasi, terutama dari komoditas pangan yang memengaruhi pengeluaran rumah tangga.
“Ini merupakan bagian dari ikhtiar kita untuk pengendalian inflasi. Gerakan Pangan Murah dirangkai dengan Hari Pangan Sedunia. Hari ini GPM dilaksanakan serentak se-Indonesia,” kata Mirza.
BACA JUGA:Outing Class di Museum NTB, Siswa Belajar Sejarah dan Kearifan Lokal
Ia menjelaskan, selain beras, minyak goreng, dan gula, pemerintah memantau perkembangan harga komoditas lain, termasuk cabai dan bawang putih, untuk mengantisipasi tekanan inflasi.
Sumber: