Lombok Timur Raih Peringkat Pertama Pekan GENTING 2026 Regional II

Lombok Timur Raih Peringkat Pertama Pekan GENTING 2026 Regional II

Kabupaten Lombok Timur meraih peringkat pertama pelaksanaan Pekan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) 2026 untuk wilayah Regional II.-Gibran-

LOMBOK TIMUR, DISWAY LOMBOK — Kabupaten Lombok Timur meraih peringkat pertama pelaksanaan Pekan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) 2026 untuk wilayah Regional II. Capaian ini mendapat apresiasi dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN atas kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting.

Penghargaan tersebut disampaikan dalam Sarasehan Kemitraan GENTING bersama mitra pentahelix yang dibuka Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya di Selong, Kamis (22/10/2026). Kegiatan itu dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat kepada lembaga orang tua asuh serta penghargaan dari BKKBN kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pendayagunaan Lembaga Organisasi Kemasyarakatan Kemendukbangga/BKKBN Yuni Hastutiningsih mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam program tersebut.

BACA JUGA:KPK Soroti Tiga Area Rawan Korupsi di Lombok Barat, Ini yang Dievaluasi

“Kami melihat upaya seluruh stakeholder di sini, bahkan Pak Kadis-kadisnya sangat antusias untuk penurunan Stunting. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Ibu yang sudah berkolaborasi dalam program Genting,” ujarnya.

Menurut Yuni, Pemkab Lombok Timur bersama tim penggerak GENTING, mulai dari tingkat kabupaten hingga petugas lapangan, dinilai berhasil melakukan identifikasi dan verifikasi sasaran melalui aplikasi Sistem Informasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (SIGENTING).

Ia juga mendorong pembentukan Tim Pengendali GENTING (TPG) hingga tingkat kecamatan dan desa agar dukungan bagi keluarga berisiko stunting dapat dihimpun dan disalurkan lebih dekat dengan sasaran.

BACA JUGA:Museum NTB Bawa Gagasan Museum Desa ke Forum Dunia

“Saat ini TPG itu tidak hanya di Kabupaten/Kota. Jadi nanti bisa Bapak perintahkan, camat semua bikin tim pengendali genting kecamatan, fungsinya untuk menarik bantuan di kecamatan itu. Dan ujung tombaknya adalah di desa. Jadi nanti Pak Lurah, Pak Kades itu punya tim pengendali genting desa sebagai ujung tombaknya,” jelasnya.

Wakil Bupati Lombok Timur Moh. Edwin Hadiwijaya menyebut penurunan stunting di daerahnya tidak lepas dari kerja bersama Tim Pendamping Keluarga (TPK), pemerintah daerah, serta mitra dari berbagai sektor.

Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), prevalensi stunting di Lombok Timur tercatat 22,4 persen pada 2025. Data Dinas Kesehatan per Agustus 2026 menunjukkan angka tersebut turun menjadi 18,4 persen atau berkurang empat poin persentase.

Edwin mengapresiasi keterlibatan mitra dalam mendukung intervensi bagi keluarga berisiko stunting. Ia menyebut Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur turut memberikan dukungan melalui alokasi Rp16 miliar hingga Rp18 miliar per tahun untuk keluarga rawan stunting di tiga desa.

BACA JUGA:Haji dan Umrah Diawasi Ketat, Travel Nakal Bisa Diproses Hukum

Meski menunjukkan kemajuan, ia menilai upaya penurunan stunting masih membutuhkan perhatian dan intervensi yang lebih kuat. Terlebih, Lombok Timur merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di NTB dan masih memiliki sekitar 15.800 kepala keluarga yang masuk kategori miskin ekstrem.

“Harapannya Pemerintah Provinsi dan Pusat betul-betul memberikan perhatian terhadap Lombok Timur,” harapnya.

Edwin menegaskan, sarasehan kemitraan tersebut menjadi ruang untuk bertukar pikiran sekaligus memperkuat gotong royong dalam penanganan stunting. Kolaborasi dengan mitra pentahelix, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, media hingga masyarakat, juga diharapkan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Capaian Lombok Timur juga terlihat dari Desa Sakra Selatan, Kecamatan Sakra, yang masuk nominasi tiga besar desa berkinerja baik Regional II tingkat nasional 2026 yang diselenggarakan Kementerian Desa. Salah satu aspek penilaiannya adalah konvergensi percepatan pencegahan dan penurunan stunting.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur Muksin mengatakan koordinasi program GENTING dengan Dinas Kesehatan, Bappeda, dan berbagai pihak terkait berjalan baik. Ia berharap capaian tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat upaya penurunan stunting di daerahnya.

“Ini baru awal mula. Kunci sukses penurunan stunting adalah peran strategis kita bersama. Semoga kemajuan-kemajuan ini menjadi langkah awal Lotim menjadi lebih baik dari Kabupaten/kota lainnya di NTB,” tutupnya.

Sumber: