RSUD Praya Mulai Layanan Intervensi Jantung, 1.400 Kasus per Tahun
Layanan intervensi jantung nonbedah mulai diperkenalkan melalui proctorship atau pendampingan tindakan intervensi nonbedah kardiovaskular perdana pada 25–27 Oktober 2026.-Istimewa-
LOMBOK TENGAH, DISWAY LOMBOK — Warga Lombok Tengah kini mulai mendapat akses layanan intervensi jantung nonbedah di RSUD Praya. Layanan ini diharapkan mengurangi kebutuhan pasien untuk menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit di luar daerah demi mendapatkan penanganan penyakit jantung.
Layanan tersebut mulai diperkenalkan melalui proctorship atau pendampingan tindakan intervensi nonbedah kardiovaskular perdana pada 25–27 Oktober 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula RSUD Praya, Senin (26/10/2026), dengan pendampingan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) atau Pusat Jantung Nasional.
Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri menyampaikan apresiasi kepada RSJPDHK atas dukungan dalam pengembangan layanan tersebut. Menurut dia, keberadaan layanan ini penting karena kasus penyakit jantung di Lombok Tengah mencapai sekitar 1.400 kasus per tahun.
BACA JUGA:Terpeleset Saat Mendaki, Remaja 14 Tahun Dievakuasi Tim SAR dari Bukit Pergasingan
“Alhamdulillah, tahun ini kita sudah memiliki instalasi dan mulai melakukan penanganan penyakit jantung, meskipun masih pada layanan nonbedah. Harapannya masyarakat yang membutuhkan penanganan bisa segera dilayani dan tidak lagi harus menempuh perjalanan terlalu jauh ke rumah sakit provinsi maupun rumah sakit lainnya,” ujar Pathul.
Ia meminta jajaran direksi dan tenaga kesehatan RSUD Praya terus meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar kebutuhan kesehatan masyarakat dapat ditangani lebih baik.
Manajer Instalasi Kerja Sama Global dan Jejaring RSJPDHK/Pusat Jantung Nasional, Nur Hasanah, mengatakan pendampingan tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit pengampu nasional dalam memperluas jejaring pelayanan jantung agar lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat.
BACA JUGA:Dikpora NTB: Pendidikan Harus Tanamkan Nilai Budaya, Etika, dan Moral
Dalam rangkaian kegiatan perdana ini, sebanyak delapan pasien dijadwalkan menjalani tindakan intervensi nonbedah kardiovaskular hingga Selasa (27/10/2026).
“Kami berharap masyarakat Lombok Tengah ke depan tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan pelayanan kardiovaskular. Tentunya dibutuhkan dukungan berkelanjutan, mulai dari pemenuhan SDM, sarana dan prasarana, penguatan tata kelola hingga sistem pembiayaan dan rujukan yang semakin mudah,” ujar Nur Hasanah.
Selain dukungan tenaga medis, pengembangan layanan jantung juga membutuhkan kesiapan fasilitas, tata kelola, pembiayaan, dan sistem rujukan agar pelayanan dapat berjalan berkelanjutan.
Dengan dimulainya layanan intervensi jantung nonbedah ini, RSUD Praya mulai memperkuat kapasitas penanganan penyakit kardiovaskular di tingkat daerah. Masyarakat diharapkan memiliki akses yang lebih dekat terhadap layanan spesialistik tanpa harus selalu dirujuk ke rumah sakit di luar Lombok Tengah.
Sumber: