Bukan Sekadar Hemat BBM, Ini yang Perlu Dipahami Sebelum Menggunakan Kendaraan Listrik
sosialisasi dan uji coba kendaraan listrik di halaman Kantor PLN UP3 Mataram, Jumat (16/10/2026).-Istimewa-
MATARAM, DISWAY LOMBOK — Beralih ke kendaraan listrik bukan hanya soal mengganti mesin berbahan bakar bensin dengan tenaga baterai. Calon pengguna juga perlu memahami cara pengisian daya, perawatan baterai, aspek keselamatan, hingga ketersediaan stasiun pengisian sebelum memutuskan beralih ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
Sejumlah aspek tersebut menjadi materi pengenalan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) dalam kegiatan sosialisasi dan uji coba kendaraan listrik di halaman Kantor PLN UP3 Mataram, Jumat (16/10/2026).
Peserta yang terdiri dari pegawai, mitra kerja, dan tenaga alih daya mendapat penjelasan mengenai teknologi kendaraan listrik, perlindungan baterai, serta tata cara perawatan. Pemahaman ini penting agar pengguna tidak hanya mengetahui keunggulan kendaraan listrik, tetapi juga memahami cara penggunaannya.
BACA JUGA:VinFast Buka Diler Pertama di NTB, Perluas Jaringan Kendaraan Listrik di Lombok
Salah satu hal yang perlu diperhatikan calon pengguna adalah sistem pengisian daya. Berbeda dengan kendaraan berbahan bakar minyak yang dapat mengisi bahan bakar di SPBU, kendaraan listrik membutuhkan fasilitas pengisian daya khusus.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) serta layanan digital untuk menemukan lokasi pengisian daya. Ketersediaan fasilitas ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kemudahan penggunaan kendaraan listrik dalam aktivitas sehari-hari.
Peserta juga berkesempatan menjajal kendaraan listrik melalui sesi test drive. Dari pengalaman tersebut, mereka dapat merasakan karakter kendaraan listrik, mulai dari tingkat kebisingan yang rendah, respons akselerasi, hingga kenyamanan saat dikendarai.
BACA JUGA:Jelang MotoGP Mandalika 2026, PLN Siapkan Ratusan Petugas Jaga Listrik
Manager PLN UP3 Mataram Hengky Purbo Lesmono mengatakan, peralihan dari kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik merupakan salah satu langkah dalam mendukung transformasi energi nasional.
Selain menawarkan efisiensi biaya operasional, penggunaan kendaraan listrik dinilai dapat membantu mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi. Karena itu, pemahaman masyarakat mengenai teknologi dan cara penggunaan kendaraan listrik perlu terus ditingkatkan.
General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli menegaskan, keberhasilan transisi energi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, penyediaan infrastruktur perlu diikuti peningkatan kesadaran dan perubahan perilaku dalam pemanfaatan energi.
“PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan kelistrikan yang mendukung gaya hidup ramah lingkungan. Kami berharap melalui edukasi seperti ini, semakin banyak masyarakat yang mengenal, memahami, dan memanfaatkan kendaraan listrik sebagai pilihan transportasi masa depan. Dengan demikian, kita dapat bersama-sama berkontribusi mengurangi emisi karbon, meningkatkan efisiensi energi, serta mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat,” tutup Yondri.
Sumber: