Warga Pejanggik Temukan Jasad Lansia di Ujung Gang Buntu
Seorang perempuan lanjut usia (lansia) yang sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya sekitar satu bulan lalu ditemukan meninggal dunia di ujung gang buntu, Lingkungan Pengempel, Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Minggu (1/11/2026)-Ryan/Istimewa-
MATARAM, DISWAY LOMBOK — Seorang perempuan lanjut usia (lansia) yang sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya sekitar satu bulan lalu ditemukan meninggal dunia di ujung gang buntu, Lingkungan Pengempel, Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Minggu (1/11/2026) siang.
Jasad perempuan berusia 65 tahun itu pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 14.05 Wita. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepala lingkungan, ketua RT, dan diteruskan kepada pihak kepolisian.
Personel Polsek Mataram bersama tim identifikasi Satreskrim Polresta Mataram mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Kapolsek Mataram AKP Amrozi Hamidi membenarkan penemuan jasad tersebut.
Dari hasil identifikasi awal, perempuan itu diketahui bernama Inaq Sairah, warga Karang Tatah, Kelurahan Nonjok, Kecamatan Selaparang. Polisi kemudian mengetahui bahwa korban sebelumnya pernah dilaporkan hilang oleh keluarganya ke Polresta Mataram.
BACA JUGA:Terlibat Kekerasan, Siswa di Mataram Terancam Dikembalikan ke Orang Tua
“Korban ini sebelumnya sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya ke Polresta Mataram. Laporan tersebut sekitar satu bulan lalu,” jelas AKP Amrozi.
Berdasarkan pemeriksaan luar oleh petugas kesehatan bersama Tim Identifikasi (Inafis), korban diperkirakan telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan. Perkiraan itu didasarkan pada kondisi jasad saat ditemukan.
“Jasadnya sudah tidak utuh, sehingga tim Inafis dan petugas kesehatan menduga korban sudah meninggal beberapa hari,” terangnya.
Polisi selanjutnya menghubungi keluarga untuk memastikan identitas korban. Pihak keluarga membenarkan bahwa perempuan tersebut merupakan anggota keluarga mereka yang sebelumnya dilaporkan hilang.
BACA JUGA:Polda NTB Bongkar Pengoplosan Beras SPHP di Lombok Barat dan Lombok Tengah
Kapolsek mengatakan keluarga menolak dilakukan autopsi. Setelah pemeriksaan awal selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka.
“Pihak keluarga korban membenarkan bahwa itu adalah anggota keluarganya dan korban pernah dilaporkan hilang di Polresta Mataram. Keluarga juga menolak untuk dilakukan autopsi, sehingga jenazah langsung dibawa ke rumah duka,” ungkapnya.
Polsek Mataram mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait peristiwa tersebut, terutama melalui media sosial.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi hoaks melalui media sosial demi menjaga kondusivitas kamtibmas,” tegas AKP Amrozi.
Sumber: