Kapolres Lotim Terjatuh dari Atap Saat Tangkap Terduga Curanmor

Kapolres Lotim Terjatuh dari Atap Saat Tangkap Terduga Curanmor

Kapolres Lombok Timur AKBP Ariakta Gagah Nugraha-Istimewa-

LOMBOK TIMUR, DISWAY LOMBOK – Penangkapan terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di LOMBOK TIMUR berlangsung menegangkan. Kapolres LOMBOK TIMUR AKBP Ariakta Gagah Nugraha bahkan sempat terjatuh dari atap rumah saat bernegosiasi dengan salah satu terduga pelaku yang berusaha kabur.

Meski sempat diwarnai aksi kejar-kejaran dan upaya pelarian, polisi akhirnya mengamankan dua orang terduga pelaku. Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian setelah aksi pencurian sepeda motor milik seorang marbot masjid viral di media sosial Facebook.

Kapolres Lombok Timur AKBP Ariakta Gagah Nugraha menjelaskan, penangkapan dilakukan dalam operasi pada Senin dini hari, 2 November 2026. Pengungkapan tersebut merupakan tindak lanjut pencurian sepeda motor di wilayah Masbagik sekitar pukul 05.00 Wita.

Korban diketahui kehilangan sepeda motor saat sedang melaksanakan salat Subuh. Pelaku diduga lebih dulu berpura-pura ikut salat untuk mengamati situasi di sekitar masjid.

Setelah melihat kondisi sekitar aman, pelaku kemudian mengambil sepeda motor korban yang dalam keadaan tidak terkunci stang. Lubang kunci kendaraan yang sudah rusak atau dol diduga memudahkan pelaku menyalakan mesin menggunakan alat bantu berupa kunci T atau gunting.

“Pelaku diduga menggunakan modus berpura-pura ikut melaksanakan salat untuk mengamati situasi di sekitar masjid. Setelah memastikan kondisi aman, pelaku mengambil sepeda motor korban,” jelas Ariakta, Senin (2/11/2026).

Dari hasil pengembangan, polisi mengidentifikasi dua orang yang diduga terlibat dengan peran berbeda. Terduga pelaku pertama berinisial S, yang diduga menjadi eksekutor pencurian, ditangkap sekitar pukul 00.00 Wita di wilayah Montong Baan Selatan, Kecamatan Sikur.

Sementara itu, terduga pelaku kedua berinisial MR alias Z diamankan sekitar pukul 04.00 Wita di rumahnya di Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong.

MR alias Z diduga membantu pelaku utama, terutama dalam upaya menjual sepeda motor hasil curian. Salah satu dari dua terduga pelaku tersebut juga disebut merupakan residivis kasus pencurian kendaraan bermotor.

Situasi menegangkan terjadi saat petugas berupaya mengamankan salah satu terduga pelaku. Pelaku sempat berusaha melarikan diri dan bersembunyi di atas atap rumahnya.

Kapolres yang turut melakukan negosiasi dengan pelaku bahkan sempat terjatuh dari atap. Namun, upaya pelarian tersebut akhirnya berhasil digagalkan dan terduga pelaku dapat diamankan.

Polisi selanjutnya melakukan pengembangan untuk mendalami keterlibatan masing-masing terduga pelaku dalam kasus pencurian tersebut.

Sumber: