Pemkot Mataram Bakal Kurangi Lapak PKL di Udayana
Lapak PKL di Udayana terlihat kumuh.-Ramli-
MATARAM, DISWAY LOMBOK – Kawasan Jalan Udayana, Kota Mataram, bakal ditata ulang. Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram tidak hanya akan membongkar lapak pedagang kaki lima (PKL) yang disalahgunakan, tetapi juga mengurangi jumlah lapak agar kawasan tersebut lebih tertib dan tidak semrawut.
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana mengatakan, sejumlah lapak yang telah disediakan pemerintah tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Bahkan, ada yang dialihfungsikan menjadi tempat tinggal atau digunakan untuk kepentingan lain di luar aktivitas berdagang.
Lapak-lapak yang tidak sesuai peruntukannya itu dipastikan akan dibongkar. Hal tersebut disampaikan Mohan saat melakukan inspeksi mendadak di Teras Udayana, Selasa (3/11/2026).
BACA JUGA:Pedagang Pasar Tradisional Mataram Banyak Berhenti, DPRD Desak Disdag Cari Solusi
"Masih ada beberapa lapak yang dipakai, tapi ada juga yang dialihkan. Itu akan kita bongkar semua," tegas Mohan.
Menurutnya, fasilitas yang dibangun pemerintah seharusnya dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan usaha masyarakat. Jika tidak digunakan atau justru dialihfungsikan, keberadaan lapak tersebut dinilai tidak lagi sesuai dengan tujuan awal penyediaannya.
"Tujuannya supaya pertama memastikan bahwa sarana yang kita siapkan itu memang untuk berusaha. Tapi kalau tidak dipakai, kemudian dialihfungsikan, jadi tempat tinggal, atau macam-macam, ya kita bongkar," ujarnya.
BACA JUGA:Senggigi Sunset Show Ramai, Pedagang UMKM Ikut Ketiban Rezeki
Selain membongkar lapak yang bermasalah, Pemkot Mataram juga berencana membatasi jumlah pedagang di kawasan tersebut. Langkah ini diharapkan membuat aktivitas perdagangan lebih terkendali sekaligus mengembalikan fungsi ruang publik dan badan jalan.
Mohan menyebut Jalan Udayana sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat di Kota Mataram. Karena itu, kawasan tersebut perlu dijaga agar tetap bersih, rapi, dan nyaman bagi warga.
Ia juga meminta pengawasan ditingkatkan. Terlebih, kawasan Udayana kerap menjadi tempat berkumpulnya anak muda dan berlangsungnya berbagai aktivitas publik. Pengawasan yang selama ini berjalan dinilai belum maksimal.
"Ini kan menjadi salah satu pusat, sebagai episentrumnya Kota Mataram. Jadi kita mau supaya ini tetap terpelihara. Pengawasannya sebenarnya sudah ada, cuma memang belum maksimal. Nah, itu saya minta ditingkatkan lagi pengawasannya," katanya.
Penataan tersebut tidak hanya menyasar persoalan lapak yang disalahgunakan. Pemkot Mataram juga menyiapkan revitalisasi lapak PKL pada 2027 mendatang. Anggaran khusus telah disiapkan untuk mengubah konsep area berdagang menjadi lebih terbuka.
Sumber: