DENPASAR, DISWAYBALI – Perum BULOG mencatat rekor pengadaan beras tertinggi sepanjang sejarah dengan realisasi mencapai 4.115.014 ton setara beras per 8 Oktober 2026. Capaian tersebut setara 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton.
Realisasi tersebut melampaui target sebelum berakhirnya 2026. Angka ini juga melampaui capaian pengadaan sepanjang 2025 yang mencapai 3.191.969 ton setara beras.
Sebelumnya, rekor pengadaan terbesar BULOG tercatat pada 2012 dengan realisasi 3,65 juta ton. Capaian terbaru ini sekaligus memperkuat peran BULOG dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
BACA JUGA:Marc Marquez Juara Sprint Race MotoGP Mandalika 2026
Di Bali, kinerja pengadaan beras BULOG juga melampaui target. Hingga 7 Oktober 2026, realisasi pengadaan di wilayah Bali mencapai sekitar 7.218 ton setara beras atau 190,61 persen dari target sebesar 3.786 ton.
Capaian tersebut menunjukkan penyerapan hasil produksi petani lokal berjalan optimal. Pengadaan ini juga memperkuat Cadangan Beras Pemerintah di Provinsi Bali.
Untuk mencapai target pengadaan 2026, BULOG mengoptimalkan jaringan pembelian di tingkat produksi, kesiapan sarana penyimpanan, dan pergudangan. Penyerapan juga dipercepat untuk memaksimalkan hasil panen petani.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Bali Simon Melkisedek Lakapu mengapresiasi kerja seluruh insan BULOG dan dukungan berbagai pihak yang berkontribusi terhadap pencapaian tersebut.
BACA JUGA:Viral Alex Rins Cekcok dengan Marshal di MotoGP Mandalika
Menurut Simon, rekor pengadaan ini bukan sekadar pencapaian angka, melainkan hasil kerja keras dan kolaborasi dalam menyerap hasil panen petani di berbagai daerah.
“Capaian lebih dari 4 juta ton setara beras yang memecahkan rekor capaian tertinggi sepanjang BULOG berdiri ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada kerja keras, dedikasi, dan semangat seluruh insan BULOG di berbagai penjuru Indonesia yang terus bergerak, turun langsung ke lapangan, mendampingi petani, serta memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik. Keberhasilan melampaui target ini menjadi bukti bahwa dengan kerja bersama, amanah Pemerintah dapat kita jalankan secara optimal,” ujar Simon.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah dan kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem pangan nasional.
BACA JUGA:Penonton MotoGP Mandalika Diperiksa, Korek Api hingga Makanan Dilarang
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, selanjutnya terima kasih juga atas kepercayaan Bapak Presiden kepada BULOG, serta dukungan Kemenko Pangan, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, TNI, pemerintah daerah, para petani, penyuluh, mitra kerja, dan seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan bersejarah ini. Capaian ini harus menjadi energi bagi BULOG untuk terus memberikan manfaat bagi petani, menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia,” tambahnya.
Rekor pengadaan ini juga menjadi momentum menjelang dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Capaian tersebut memperkuat peran BULOG dalam menjalankan tiga pilar ketahanan pangan nasional, yakni menjaga ketersediaan pangan, mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen, serta mengelola cadangan pangan pemerintah.
Dengan stok yang semakin kuat, pemerintah memiliki dukungan lebih besar untuk menjalankan program stabilisasi dan penyaluran pangan kepada masyarakat.
BULOG pun berkomitmen melanjutkan penyerapan hasil panen hingga akhir 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi, inovasi, serta penguatan operasional dari hulu hingga hilir untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia.