PLN Bima Edukasi Petani soal Irigasi Listrik dan Bahaya Setrum Tikus
Edukasi keselamatan ketenagalistrikan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Program Strategis Kementerian Pertanian pada 21 Oktober 2026.-Dedi Suhadi-
BIMA, DISWAY LOMBOK — PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bima mengingatkan petani agar tidak menggunakan aliran listrik sebagai jebakan hama tikus di persawahan. Praktik tersebut berisiko menyebabkan sengatan listrik fatal, sekaligus membahayakan masyarakat yang melintas di sekitar area pertanian.
Edukasi keselamatan ketenagalistrikan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Program Strategis Kementerian Pertanian pada 21 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, PLN juga menyosialisasikan program Irigasi dan Pompanisasi (IRPOM) untuk mendukung produktivitas pertanian melalui pemanfaatan energi listrik.
PLN mendorong penggunaan listrik sebagai sumber energi penggerak pompa air agar pengairan lahan pertanian lebih efisien dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Namun, pemanfaatannya harus didukung instalasi yang memenuhi standar keselamatan serta pengoperasian yang sesuai ketentuan.
BACA JUGA:Pembebasan Lahan Jalan Batu Bolong-Nuraksa Masih Terkendala
Selain berpotensi mengakibatkan cedera serius hingga kematian, pemasangan kawat bertegangan listrik secara ilegal juga dapat mengancam keselamatan warga lain, termasuk anak-anak. Karena itu, petani diimbau tidak memasang jebakan hama yang dialiri listrik maupun melakukan penyambungan listrik secara tidak sah.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada PLN jika menemukan instalasi atau jaringan listrik terbuka dan berpotensi membahayakan.
Manager PLN UP3 Bima menegaskan, pemanfaatan listrik untuk mendukung pertanian harus diimbangi dengan kesadaran terhadap keselamatan. Kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat dinilai penting agar program irigasi dan pompanisasi memberikan manfaat tanpa mengabaikan keselamatan jiwa.
BACA JUGA:Penghapusan Pokir DPRD Dinilai Berlebihan, Akademisi UIN Mataram Dorong Perbaikan Tata Kelola
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB), Yondri Zulfadli, menyebut momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat pentingnya kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, termasuk melalui dukungan terhadap sektor pertanian.
“Semangat Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi kita semua untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. PLN tidak hanya berkomitmen menyediakan listrik untuk mendukung sektor pertanian, tetapi juga mendorong pemanfaatannya secara aman dan bertanggung jawab. Kami berharap sinergi bersama pemerintah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat produktivitas pertanian, mendukung ketahanan pangan, serta menghadirkan manfaat energi listrik yang berkelanjutan bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat,” tutup Yondri.
Sumber: