SD Al-Itra Jadi Sekolah Pertama Uji Coba MBG Prasmanan di NTB
Pelaksanaan batch kedua ini dipantau langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kota Mataram, Selasa (27/10/2026).-Ramli-
MATARAM, DISWAY LOMBOK – Siswa SD Al-Itra Mataram punya pengalaman berbeda saat menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Lewat metode prasmanan, siswa bisa mengambil makanan sesuai porsi, sementara hidangan disajikan dalam kondisi hangat.
SD Al-Itra menjadi sekolah pertama di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang ditunjuk sebagai lokasi uji coba metode prasmanan MBG. Pelaksanaan batch kedua ini dipantau langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kota Mataram, Selasa (27/10/2026).
Koordinator Wilayah BGN Mataram, M. Rizky Prasetya, mengatakan uji coba kali ini menyasar siswa kelas V dan VI. Sebanyak 129 porsi makanan disiapkan untuk siswa dan guru dari dua kelas tersebut.
BACA JUGA:Oknum Prajurit TNI AL Diduga Bunuh Istri di Mataram, Kini Ditahan Denpomal
Rinciannya, kelas V mendapat 64 porsi untuk 61 siswa dan tiga guru. Sementara kelas VI mendapat 65 porsi untuk 62 siswa dan tiga guru. Distribusi makanan dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Selaparang dan Karangbaru 2 di bawah naungan Yayasan Bintang Mas Nusantara.
Menurut Rizky, penerapan metode prasmanan tidak bisa dilakukan sembarangan. Usulan uji coba harus diajukan oleh masing-masing SPPG, kemudian diverifikasi tim pusat untuk memastikan fasilitas, peralatan, dan pelaksanaannya memenuhi standar operasional prosedur (SOP).
Pengawasan juga dilakukan terhadap suhu makanan, waktu penyajian, kebersihan dan sanitasi, keamanan pemorsian serta distribusi, pelabelan, pemeriksaan sebelum makanan disalurkan, hingga penanganan jika ditemukan ketidaksesuaian.
BACA JUGA:Fashion Show Tenun Sumbawa Barat Dongkrak Pesanan Penjahit dan UMKM
“Beberapa perhatian kami dalam pemantauan ini seperti pengendalian suhu makanan, pengendalian waktu penyajian, higienitas dan sanitasi, keamanan pemorsian dan penyaluran, pelabelan, pemeriksaan sebelum penyaluran, serta penanganan ketidaksesuaian,” kata Rizky.
BGN juga memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan sanitasi selama makan, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan dalam proses penyajian.
Uji coba batch kedua ini dijadwalkan berlangsung hingga 6 November 2026. Selama periode tersebut, SPPG diwajibkan menyampaikan laporan pemantauan dan evaluasi setiap hari kepada pimpinan pusat. Hasil evaluasi nantinya menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan pengembangan metode prasmanan di sekolah lain.
Sekolah di Kota Mataram yang ingin menerapkan metode serupa dapat mengajukan permohonan tertulis kepada SPPG setempat. Usulan tersebut akan diteruskan untuk menjalani proses verifikasi tim pusat.
Dari sisi siswa, metode ini mendapat sambutan positif. Pangeran, salah seorang siswa, mengaku lebih menikmati makanan yang disajikan dengan cara prasmanan karena masih hangat saat disantap.
“Kami makan lebih lahap karena makanan masih hangat,” ujarnya.
Sumber: