Pembacokan di Mataram Tewaskan Satu Orang, 10 Orang Diamankan

Pembacokan di Mataram Tewaskan Satu Orang, 10 Orang Diamankan

Sebanyak 10 orang yang diduga terlibat dalam rangkaian kejadian di wilayah Punia hingga Udayana telah diamankan.-Istimewa-

MATARAM, DISWAY LOMBOK – Kasus pembacokan yang menewaskan satu orang di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus didalami polisi. Sebanyak 10 orang yang diduga terlibat dalam rangkaian kejadian di wilayah Punia hingga Udayana telah diamankan. Mayoritas di antaranya masih berusia anak-anak.

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polresta Mataram bersama Jatanras Polda NTB mengamankan mereka untuk menjalani pemeriksaan. Polisi masih mendalami peran masing-masing, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Kasatreskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma Yulia Putra mengatakan, pemeriksaan terhadap 10 orang tersebut masih berlangsung.

“Saat ini 10 anak-anak itu masih kami lakukan interogasi,” kata Dharma.

BACA JUGA:Akar Kekerasan Remaja di Mataram, Bukan Sekadar Kenakalan

Ia juga membuka kemungkinan adanya orang lain yang terlibat dalam kasus tersebut. “Dimungkinkan ada pelaku-pelaku lainnya,” ujarnya.

Dalam proses pengamanan, polisi menyita dua senjata tajam. Petugas juga melakukan penyisiran dan penggeledahan di sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan kelompok tersebut.

Berdasarkan keterangan sementara kepolisian, sebagian besar orang yang diamankan berusia 14 hingga 17 tahun. Namun, terdapat pula satu orang berusia 21 tahun. Beberapa di antaranya diketahui berasal dari Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.

BACA JUGA:Oknum Prajurit TNI AL Diduga Bunuh Istri di Mataram, Kini Ditahan Denpomal

Penyidik kini menelusuri keterkaitan mereka dengan rangkaian kejadian di Punia hingga Udayana. Motif, kronologi lengkap, dan peran setiap orang masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi juga mendalami informasi bahwa kelompok tersebut diduga mengonsumsi minuman keras sejak sekitar pukul 22.00 hingga 02.00 Wita sebelum berkonvoi. Informasi itu masih menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengungkap latar belakang kejadian.

Sementara itu, terkait insiden di depan Epicentrum Mall, kepolisian menyebut peristiwa tersebut merupakan kejadian ketika rekan-rekan dalam kelompok itu terjatuh dari sepeda motor, bukan penganiayaan.

Di tengah penyelidikan, foto dua orang yang diduga terlibat turut beredar di media sosial. Masyarakat diharapkan tidak langsung menyimpulkan keterlibatan seseorang berdasarkan informasi atau foto yang belum terverifikasi.

Meninggalnya satu korban membuat pengungkapan kasus ini menjadi perhatian serius. Polisi masih mengumpulkan keterangan dan alat bukti untuk memastikan pihak-pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan hukum.

Sumber: