DPRD Mataram Apresiasi Gerak Cepat Polresta Ungkap Kasus Pembacokan

DPRD Mataram Apresiasi Gerak Cepat Polresta Ungkap Kasus Pembacokan

Anggota Komisi I DPRD Kota Mataram, Abdullah, mengapresiasi gerak cepat Polresta Mataram mengungkap kasus pembacokan di Jalan Udayana. -Ramli-

MATARAM, DISWAY LOMBOK – Anggota Komisi I DPRD Kota Mataram, Abdullah, mengapresiasi gerak cepat Polresta Mataram mengungkap kasus pembacokan di Jalan Udayana yang menewaskan seorang remaja berusia 14 tahun. Sebanyak 13 orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut telah diamankan, termasuk 10 anak di bawah umur.

Meski mengapresiasi langkah kepolisian, Abdullah berharap kasus kekerasan yang melibatkan remaja itu menjadi perhatian serius semua pihak agar tidak kembali terulang. Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga perlu dibarengi upaya pencegahan di lingkungan keluarga dan sekolah.

“Ini sangat ironis sekali dan disayangkan sekali kelakuan anak-anak remaja sekarang ini. Sudah di luar nalar kita melihat keadaan anak-anak remaja saat ini,” ujar Abdullah, Rabu (28/10/2026).

BACA JUGA:Disnakertrans NTB Jemput Yanuar, PMI yang Pulang dari Myanmar

Ia menilai pengawasan orang tua dan edukasi terhadap anak masih perlu diperkuat. Pergaulan remaja, kata dia, perlu mendapat perhatian agar tidak berkembang menjadi tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Ini bentuk dari kurangnya penjagaan orang tua, kurang edukasi di dalam keluarga, maupun dalam pendidikan. Ini sangat kurang sekali,” tegasnya.

Abdullah meminta Pemkot Mataram melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait berkoordinasi dengan kepolisian untuk merumuskan langkah pencegahan jangka panjang. Upaya tersebut dinilai penting agar kasus serupa tidak terus berulang di tengah masyarakat.

BACA JUGA:Polresta Mataram Tangkap 13 Pelaku Pembacokan di Udayana

“Pemerintah Kota Mataram, khususnya OPD-OPD terkait, harus mencari solusi agar kejadian-kejadian ini tidak berkelanjutan. Begitu juga pihak keamanan dan kepolisian, bagaimana bekerja sama dengan pemerintah untuk mencari solusi ke depannya agar hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi,” katanya.

Selain pencegahan, Abdullah mendukung penegakan hukum terhadap para pelaku sesuai ketentuan yang berlaku. Ia berharap proses hukum dapat memberikan pembelajaran sekaligus mencegah aksi kekerasan serupa.

“Berikan mereka efek jera yang benar-benar melekat, sesuai dengan aturan undang-undang dan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Menurut Abdullah, aksi kekerasan jalanan telah menimbulkan keresahan dan membuat sebagian warga khawatir saat harus beraktivitas di luar rumah. Karena itu, ia berharap sinergi pemerintah, kepolisian, keluarga, dan institusi pendidikan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat maupun generasi muda.

“Jadi kalau kayak gini modelnya, kita kan sudah takut keluar-keluar jadinya, kalau ada keperluan-keperluan,” pungkasnya.

Sumber: