DPRD Mataram Dukung Psikolog Klinis Hadir di Seluruh Puskesmas

DPRD Mataram Dukung Psikolog Klinis Hadir di Seluruh Puskesmas

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram, Nyanyu Ernawati, mendorong agar psikolog klinis ditempatkan di seluruh Puskesmas untuk memperluas akses layanan-Ramli-

MATARAM, DISWAY LOMBOK — Keterbatasan tenaga pendamping kesehatan mental di Kota Mataram menjadi perhatian DPRD. Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram, Nyanyu Ernawati, mendorong agar psikolog klinis ditempatkan di seluruh Puskesmas untuk memperluas akses layanan, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan pendampingan psikologis.

Nyanyu mengatakan, berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini membuat kebutuhan terhadap tenaga psikolog semakin mendesak. Kehadiran psikolog di fasilitas kesehatan tingkat pertama dinilai dapat mempercepat penanganan sebelum persoalan berkembang lebih jauh.

"Dengan berbagai macam persoalan yang ada di Kota Mataram saat ini, memang sangat dibutuhkan tenaga psikolog klinis di semua lini. Banyak sekali, termasuk anak-anak kita, yang membutuhkan pendampingan," ujar Nyanyu, Kamis (29/10/2026).

BACA JUGA:BEI Anggarkan Rp596,4 Miliar untuk Perkuat Pasar Modal

Ia mengungkapkan, penanganan kasus yang membutuhkan pendampingan psikologis selama ini kerap terkendala keterbatasan anggaran. DPRD bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram bahkan beberapa kali mengandalkan bantuan sukarela dari kalangan akademisi Universitas Mataram (Unram), termasuk Puji Arohman dan timnya.

"Beliau bersama timnya banyak sekali membantu kita tanpa dibayar. Cuman kan kita tidak enak juga. Kita memang membutuhkan tenaga psikolog klinis resmi yang bisa setiap saat dimintai bantuan," tambahnya.

Nyanyu berharap setiap Puskesmas di Kota Mataram memiliki psikolog klinis sendiri. Dengan begitu, anak-anak yang menghadapi persoalan psikologis maupun sosial bisa memperoleh pendampingan secara cepat dan tepat tanpa harus selalu bergantung pada bantuan dari luar fasilitas kesehatan.

BACA JUGA:Lombok Timur Usulkan 20 Ribu Rumah Dibedah, Baru 2.000 Unit Disetujui

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, menyebut integrasi layanan kesehatan mental menjadi bagian dari program transformasi layanan primer yang sedang berjalan.

"Kalau kita berbicara layanan kesehatan mental, saat ini di semua Puskesmas sebenarnya sudah mempunyai programmer-programmer kesehatan jiwa. Ke depannya, ini akan diarahkan untuk penyediaan tenaga psikolog klinis di Puskesmas-Puskesmas," ujar Emirald.

Ia menjelaskan, layanan kesehatan jiwa di Puskesmas saat ini ditangani oleh tenaga kesehatan, terutama perawat yang telah mendapat pelatihan khusus. Mereka bertugas melakukan screening atau deteksi dini terhadap masyarakat yang menunjukkan indikasi masalah kesehatan mental.

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut, Puskesmas akan memberikan rujukan ke rumah sakit. Dengan rencana penempatan psikolog klinis, penanganan kesehatan mental diharapkan bisa lebih komprehensif dan menjangkau masyarakat sejak tingkat layanan primer.

Sumber: