Orang Tua Diminta Dampingi Anak, Bukan Hanya Menyalahkan
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Mataram, Naufal Aldian, mengingatkan orang tua agar tidak terburu-buru menyalahkan anak ketika menemukan perilaku yang dinilai kurang tepat.-Dedi Suhadi-
MATARAM, DISWAY LOMBOK — Perbedaan pola pikir antargenerasi kerap memicu kesalahpahaman antara anak dan orang tua. Perubahan cara anak berkomunikasi dan berperilaku terkadang dianggap tidak sesuai adab, padahal kondisi tersebut perlu dipahami melalui pendampingan dan pendekatan pendidikan.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Mataram, Naufal Aldian, mengingatkan orang tua agar tidak terburu-buru menyalahkan anak ketika menemukan perilaku yang dinilai kurang tepat. Menurutnya, orang tua perlu memahami cara berpikir anak sekaligus mengarahkannya ke hal yang positif.
"Terkadang, kondisi demikian dinilai salah dan tidak sesuai adab oleh orang-orang tua," jelas Naufal, Jumat (30/10/2026).
BACA JUGA:PUPR Mataram Soroti Rendahnya Kesadaran Warga Kelola Sampah Rumah Tangga
Ia mengatakan, perkembangan pola pikir anak dipengaruhi kapasitas berpikir serta informasi yang mereka terima. Hal itu membuat generasi sekarang memiliki cara pandang, perilaku, dan gaya komunikasi yang berbeda dibandingkan generasi orang tua.
Karena itu, pendekatan terhadap anak tidak cukup hanya dengan memberikan penilaian atau hukuman. Orang tua perlu memahami alasan di balik cara berpikir dan perilaku anak sebelum menentukan langkah pendampingan.
"Kita harus menempatkan apa yang dipikirkan anak ke tempat yang benar sesuai dengan pola pendidikannya," ucapnya.
BACA JUGA:Karya Wastra Ungkap Hubungan Lombok-Bali Terjalin Sejak Abad ke-10
Naufal menyebut pola pikir Generasi Z dan Generasi Alpha memiliki perbedaan dengan generasi sebelumnya. Namun, perbedaan tersebut bukan berarti anak tidak memahami batasan dalam bersikap.
"Kita jangan hanya melihat sesuatu yang kasat mata tapi cobalah menyelami pola pikirnya," katanya.
Menurutnya, memahami pola pikir anak menjadi bagian penting dari fungsi orang tua dalam mendidik. Ketika anak dinilai melakukan kesalahan, orang tua sebaiknya tidak langsung berorientasi pada pemberian sanksi, melainkan mencari cara untuk memperbaiki dan mengarahkan perilakunya.
"Disinilah fungsi orang tua untuk memahami pola pikir anak-anak dan mengarahkan pola pikir tersebut ke sesuatu yang baik," katanya.
Naufal mengakui, perubahan pendekatan tersebut menuntut orang tua untuk ikut menyesuaikan diri. Orang tua perlu memperbarui pengetahuan dan literasi mengenai perkembangan anak agar mampu memahami perubahan zaman.
"Pemikiran orang harus berubah dengan kondisi saat ini. Orang tua harus upgrade terhadap literasi-literasi tentang perkembangan anak," katanya.
Sumber: