Lombok Tengah, Disway Lombok – Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, mulai mengembangkan energi surya untuk mendukung pengangkutan sampah menggunakan kendaraan listrik. Program ini menjadi bagian dari pengembangan Desa Energi Berdikari di kawasan wisata sekitar Sirkuit Mandalika.
Pertamina memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6,6 kilowatt peak (kWp) di atas Kantor Desa Kuta. Fasilitas itu dilengkapi rumah baterai berkapasitas 20 kilowatt-jam (kWh) yang digunakan untuk menyimpan energi dan mendukung pengisian daya kendaraan listrik.
Dua unit motor roda tiga listrik juga diserahkan untuk membantu mengangkut sampah dari permukiman dan kawasan usaha warga.
BACA JUGA:250 Frekuensi Diamankan Jelang MotoGP Mandalika 2026
BACA JUGA:Kocak! Pembalap Moto2 Tony Arbolino Jualan Jagung Bakar di Mandalika
Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, mengatakan program tersebut dirancang agar energi bersih tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Desa Energi Berdikari pada prinsipnya memiliki tiga pendekatan. Pertama, masyarakat harus mengetahui potensi energi di wilayahnya. Kedua, mereka belajar menggunakan energi tersebut. Ketiga, energi itu harus mampu menimbulkan dampak ekonomi,” kata Arya Jumat, (09/10/2026).
Desa Kuta memiliki sekitar 20 dusun dengan jumlah penduduk yang tersebar di kawasan permukiman dan usaha wisata. Di tengah aktivitas pariwisata yang terus berkembang, pengelolaan sampah menjadi salah satu tantangan yang perlu ditangani.
Melalui program tersebut, sampah akan dikumpulkan menggunakan kendaraan listrik sebelum dipilah melalui bank sampah. Sampah anorganik berpeluang diolah menjadi produk bernilai jual, seperti tas dan suvenir, sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk.
BACA JUGA:Antisipasi Drone Liar, Brimob Siaga di Bukit 360 Mandalika
“Harapannya, sambil mengolah sampah dengan reduce, reuse, recycle, mereka juga tidak menghasilkan emisi karbon saat mengumpulkan sampah karena menggunakan kendaraan listrik,” ujar Arya.
Warga Dilatih Mengoperasikan PLTS
Pemanfaatan energi surya juga dibarengi pelatihan bagi masyarakat. Pertamina telah melatih dua warga sebagai local hero untuk mengoperasikan peralatan PLTS.
Keterampilan tersebut dibutuhkan agar fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan dan dirawat oleh masyarakat setempat.
Selain pengelolaan energi dan sampah, program ini menyasar sektor pariwisata. Pertamina bersama Universitas Mataram memberikan pelatihan bahasa Inggris, hospitality, manajemen, pemasaran, hingga pemasaran digital bagi warga dan pengelola homestay.