Desa Kuta Manfaatkan Energi Surya untuk Angkut Sampah

Jumat 09-10-2026,13:50 WIB
Reporter : Ryan
Editor : Ryan

Arya mengatakan pengembangan ekonomi sirkular di Desa Kuta masih berada pada tahap pelatihan. Jika masyarakat telah siap menghasilkan produk yang memenuhi kebutuhan pasar, hasil pengolahan sampah tersebut ditargetkan dapat dipasarkan melalui toko suvenir dan mendukung ekosistem wisata Mandalika.

Mekanisme Pengelolaan Belum Final

Kepala Desa Kuta, Mardan, mengatakan bantuan kendaraan listrik dan fasilitas energi surya membantu desa dalam menangani persoalan sampah. Pelatihan pariwisata juga dinilai bermanfaat bagi pengelola homestay.

“Kami merasa terbantu, terutama dalam penanganan sampah. Pelatihan bahasa Inggris, hospitality, manajemen, marketing dan digital marketing juga sangat membantu pengelola homestay,” kata Mardan.

Meski demikian, pemerintah desa belum menetapkan mekanisme final pengelolaan kendaraan listrik dan PLTS. Sistem operasionalnya masih akan dimusyawarahkan agar fasilitas tersebut dapat dirawat dan digunakan sesuai kebutuhan.

Artinya, tantangan program ini tidak hanya terletak pada penyediaan teknologi, tetapi juga keberlanjutan pengelolaan setelah bantuan diberikan.

Pertamina menyebut pengembangan Desa Energi Berdikari membutuhkan proses dan evaluasi. Di sejumlah lokasi, evaluasi dapat berlangsung hingga tiga tahun, bergantung pada kondisi serta kesiapan masyarakat.

Di Desa Kuta, keberhasilan program pada akhirnya akan ditentukan oleh kemampuan warga mengoperasikan fasilitas, menjaga keberlanjutan bank sampah, dan mengembangkan produk yang memiliki nilai jual.

Program ini dikembangkan di tengah persiapan MotoGP Indonesia 2026 pada 9–11 Oktober. Namun, manfaat jangka panjangnya akan bergantung pada apakah energi surya, kendaraan listrik, dan pengolahan sampah dapat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi warga sehari-hari.

Kategori :