JAKARTA, DISWAY.ID - Seiring dengan meningkatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) serta platform digital di Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali mendorong generasi muda untuk menerapkan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.
Dalam hal ini, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memaparkan bahwa terdapat 5 bekal bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan masif dunia digital, yang dirangkum dalam formula 5T yakni Think, Tech, Talk, Team, dan Trust.
"Banyak pemuda yang berkualitas dan kompeten baru akan menjadi kekuatan bangsa. Untuk menjadi generasi unggul di Indonesia ke depan, saya merangkumnya menjadi lima bekal penting," ujar Menaker Yassierli kepada media, pada Senin (12/10).
BACA JUGA:Budaya Jadi Magnet, Ini 5 Alasan Wisman Pilih Indonesia
Tidak hanya itu, Yassierli juga menambahkan kelima formula ini tidak hanya dipilih secara acak, melainkan saling berkaitan satu sama lain.
Contohnya adalah Think and Tech, yang menekankan cara berpikir dan memahami perkembangan teknologi, data, dan AI. pemanfaatannya.
"Kemampuan ini tidak hanya dibutuhkan siswa bidang sains, tetapi juga mereka yang menekuni bidang keilmuan lainnya," tutur Yassierli.
Lebih lanjut, Yassierli juga menekankan bahwa Generasi muda juga perlu untuk mampu menggunakan teknologi secara bijak.
BACA JUGA:Lotim Punya 92 Desa Wisata, Masyarakat Diminta Bergerak
Pasalnya, AI dapat membantu manusia mengolah informasi dan mencari data, tetapi penggunaannya tetap harus disertai empati, kebijaksanaan, dan tanggung jawab.
"AI gunakan sebaik-baiknya, dia akan menjadi mitra kita untuk mengolah dan mencari data," tegas Yassierli.
"(AI) tidak akan pernah bisa menggantikan manusia, dan orang-orang yang sukses adalah orang yang mampu berkolaborasi dengan AI, tetapi tetap harus diimbangi dengan empati dan tanggung jawab," tegasnya.
Melalui formula 5T, Yassierli berharap generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang kompeten, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
"Keahlian membuka pintu, integritas membuat orang percaya. Anda harus punya integritas, berani mengatakan tidak kalau itu tidak sesuai dengan hati nurani," tutup Yassierli.