Dengan rasio sekecil itu, dia mempertanyakan mengapa kualitas pendidikan belum menunjukkan hasil yang sebanding.
"Dengan rasio seperti ini, seharusnya anak-anak kita bisa bersaing dengan anak-anak Jepang. Tapi tidak linier," ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa persoalan pendidikan Dompu bukan semata-mata kekurangan tenaga pengajar. Kualitas pembelajaran dan pemerataan penempatan guru juga menjadi tantangan yang perlu diselesaikan.