MATARAM, DISWAY LOMBOK – Museum tak harus berdiri megah di tengah kota. Di Nusa Tenggara Barat (NTB), gagasan pelestarian budaya justru dibawa lebih dekat ke masyarakat melalui museum desa. Konsep ini menarik perhatian komunitas permuseuman internasional hingga Museum NTB diundang mempresentasikannya dalam konferensi dunia ICOM CECA 2026 di Jakarta.
Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, mengatakan pihaknya bersama Museum Bala Datu Ranga mendapat undangan resmi sebagai pembicara dalam konferensi bertajuk Museums in Divided Times: How to Foster Dialogue, Care and a Sense of Belonging.
"Kami punya program Kotaku Museumku Kampungku Museumku yang output-nya adalah museum desa, ternyata itu menarik perhatian mereka," ujar Nuralam saat ditemui di Mataram, Kamis.
BACA JUGA:Haji dan Umrah Diawasi Ketat, Travel Nakal Bisa Diproses Hukum
Menurut Nuralam, undangan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan gagasan yang telah dikembangkan Museum NTB selama empat tahun terakhir. Program itu berupaya mendekatkan museum dengan masyarakat sekaligus memperluas ruang pelestarian budaya hingga ke tingkat desa.
Gagasan tersebut berangkat dari keterbatasan jumlah museum di NTB. Dengan hanya lima museum, pengembangan museum berbasis desa dinilai menjadi salah satu cara memperluas akses masyarakat terhadap sejarah dan kebudayaan lokal.
Museum NTB telah mengembangkan sembilan museum desa yang berpusat di Pulau Lombok. Langkah ini juga untuk menjawab kebutuhan permuseuman di wilayah tersebut yang belum memiliki museum pada tingkat kabupaten maupun kota.
BACA JUGA:1.550 Calon Manajer Koperasi Merah Putih Minta Penawaran Ulang Penempatan Kerja
Sementara itu, Pulau Sumbawa telah memiliki empat museum, masing-masing dua di Kabupaten Sumbawa dan dua di Kota Bima.
"Di Indonesia, ide museum desa menarik perhatian mungkin karena orisinalitasnya dan sesuai dengan kondisi masyarakat," kata Nuralam.
Program Kotaku Museumku Kampungku Museumku diluncurkan Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada 7 Januari 2025. Sehari sebelumnya, Fadli juga menghadiri peresmian Museum Desa Genggelang di Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara.
Melalui forum internasional tersebut, Museum NTB berharap gagasan museum desa semakin dikenal di luar negeri. Partisipasi itu juga diharapkan membuka peluang pertukaran pengetahuan dan kerja sama dengan pengelola museum dari berbagai negara.
Konferensi ICOM CECA 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9–14 November 2026 di Jakarta, dengan pusat kegiatan di Gedung Teater Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.
Dalam forum tersebut, Nuralam akan mempresentasikan gagasan museum desa bersama Direktur Museum Bala Datu Ranga, Yuli Andari Merdikaningtyas, yang berkedudukan di Kabupaten Sumbawa.
ICOM CECA merupakan komite di bawah International Council of Museums (ICOM) yang berfokus pada edukasi museum, kegiatan kebudayaan, partisipasi publik, dan transformasi sosial melalui museum.