Pemegang saham juga menyetujui penggunaan saldo laba ditahan berdasarkan laporan keuangan auditan hingga 30 Juni 2026. Sebesar Rp2 triliun dialokasikan sebagai cadangan operasional dan pengembangan perseroan, sementara Rp1,564 triliun disiapkan untuk pembagian dividen tunai khusus kepada pemegang saham yang berhak.
Seluruh rencana kerja tersebut menjadi bagian dari fase Fundamental Reinvention dalam Master Plan BEI 2026–2030. Melalui agenda ini, BEI menargetkan penguatan pasar modal yang tidak hanya ditopang pertumbuhan transaksi, tetapi juga transparansi, perlindungan investor, dan infrastruktur yang memadai.