MADU DAN RACUN TUAN RUMAH PON XXII - 2028

Senin 02-11-2026,14:00 WIB
Reporter : Lalu Gita Ariadi
Editor : Dedi Suhadi

MATARAM, DISWAY LOMBOK - Berita terbaru tentang persiapan NTB sebagai tuan rumah pelaksanaan PON XXII tahun 2028 menarik untuk disimak.

Perjuangan awal yang heroik ingin jadi tuan rumah PON XXII rasanya seakan anti klimak. Layu sebelum berkembang.

Ketua KONI Pusat lewat Wakil Ketua Umum I - Mayjen TNI ( Purn ) Suwarno meminta  Pemprov NTB siapkan dana 1 Triliun untuk pelaksanaan PON. Sementara untuk renovasi venue dan pembangunan fasilitas olahraga lainnya membutuhkan tambahan angggaran. Semakin banyak cabor yang dilaksanakan akan semakin banyak anggaran  yang disiapkan daerah. Tidak ada sharing antara pusat dan daerah.

BACA JUGA:Mohan Roliskana Pimpin KONI NTB 2026–2030, Targetkan Prestasi di PON 2028  

Sekilas kebelakang, dulu KONI dan Pemprov NTB berjuang ingin jadi tuan rumsh PON XXI ataupun PON XXII justru adalah untuk mengetuk pintu pusat. Mohon bantuan, dukungan dan kepedulian sekaligus affirmative action untuk NTB. 

Ketika Presiden Jokowi menetapkan  KEK Mandalika  sebagai venue MotoGP  tahun 2021, NTB langsung mendapatkan manfaatnya. Runway BIZAM di perpanjang dari 2.750 meter menjadi 3.300 meter. Terminal domestik dan internasional BIZAM di tingkatkan kapasitas dan kualitasnya. Bypass Jln. H Gatot Suherman di bangun, jalan eksisting lewat Sengkol di lebarkan.  Pelabuhan Gili Mas di bangun. Jaringan listrik dan komunikasi ditingkatksn kehandalannya. Semua kementerian - lembaga cawe-cawe ikut dandani Mandalika sesuai tupoksinya. 

Geliat ekonomi sebelum, pada saat dan pasca event meningkat. Ratusan ribu orang datang. Atlet, ofisial, supporter,  wartawan, wisatawan tumpah ruah. Hotel penuh, rental mobil laku, UMKM kuliner dan sovenir panen. 

BACA JUGA:Didukung 6 KONI dan 33 Cabor, Mohan Roliskana Daftar Calon Ketua KONI NTB

Jutaan mata dan telinga pemirsa dan pendengar saksikan tayangan  TV, siaran radio, koran juga medsos. Sungguh branding dan promosi yang positip dan efektif  bagi daerah.

Itu adalah contoh madu, manisnya sebagai tuan rumah sebuah event olahraga baik single event apalagi yang multi event seperti PON, SEAGames ASIAN Games,  maupun Olimpiade.

NTB ingin jadi tuan rumah PON tentu bukan sekedar gaya - gayaan. Bukan juga merasa  sudah kaya sehingga akan mampu siapkan triliunan rupiah untuk dukungan penyelenggaraan PON dan penyiapan venue. Tidak begitu. Justru sebaliknya. 

NTB Sadar. NTB daerah miskin dengan keterbatasan APBD. Tapi NTB ingin maju. Ingin sejajar dengan daerah lain. Setidaknya  melalui prestasi olahraga. Jadi tuan rumah adalah pilihan  strategis  akselerasi pembangunan keolahragaan di daerah.

Dari segi peringkat PON,  NTB  awalnya selalu berada di klasemen papan bawah. Jauh di luar  peringkat 10 besar nasional. Meski memiliki bibit atlet dengan talenta bakat alam yang luar biasa, namun   fasilitas sarana prasarana olahraganya  terbatas. NTB tentu belum mampu bersaing di level nasional apalagi dunia.

Dengan jadi tuan rumah, seperti halnya daerah-daerah lain yang pernah jadi tuan rumah, NTB berharap di bantu. Di bangunkan venue,  sarana prasarana keolahragaan yg memadai.

Dengan venue dan sarana prasarana yang memadai,  atlet NTB dengan bakat alam yang luar biasa akan di gembleng untuk mencapai puncak prestasi yang nantinya bisa ikut berkontribusi harumkan nama bangsa. Seperti sprinter  Lalu Zohri, Pemain voli pantai Agus Salim dkk,  Karateka Zigi dan lain-lain.

Kategori :