Tugu Wallace Line Jadi Magnet Wisatawan Asing di Ampenan
Ketertarikan wisatawan tidak lepas dari kisah perjalanan Wallace ke Lombok pada 1856-Ramli-
MATARAM, DISWAY LOMBOK – Wisatawan mancanegara mulai melirik Tugu Garis Wallace (Wallace Line) di kawasan Kota Tua Ampenan, Kota Mataram. Monumen yang dibangun pada Agustus 2026 itu menambah daya tarik kawasan bersejarah tersebut, yang selama ini dikenal dengan bangunan peninggalan kolonial Belanda.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ampenan Kota Tua, Fachrurozi, mengatakan keberadaan tugu tersebut mulai menarik perhatian pelancong asing, terutama wisatawan dari Eropa yang tertarik pada sejarah Alfred Russel Wallace, naturalis asal Inggris yang meneliti kekayaan flora dan fauna di Nusantara.
“Jadi memang benar-benar apa yang kita buat untuk Tugu Wallace itu ada suatu penambahan daya tarik bagi pengunjung, terutama wisatawan mancanegara,” ujar Fachrurozi, Senin (26/10).
BACA JUGA:KPU Lombok Barat Mutakhirkan Data Pemilih, Cegah Data Ganda
Menurutnya, ketertarikan wisatawan tidak lepas dari kisah perjalanan Wallace ke Lombok pada 1856. Saat itu, kapal yang ditumpanginya mengalami gangguan akibat cuaca buruk ketika hendak menuju Makassar, sehingga harus singgah di kawasan Ampenan.
Selama berada di Lombok, Wallace melakukan pengamatan terhadap flora dan fauna. Dari rangkaian penelitiannya di kawasan Nusantara, ia menemukan perbedaan karakter satwa di wilayah barat dan timur Indonesia.
Perbedaan tersebut kemudian berkaitan dengan konsep garis biogeografi yang dikenal sebagai Garis Wallace, yakni batas imajiner yang memisahkan persebaran fauna bercorak Asia di wilayah barat dengan fauna bercorak Australasia di wilayah timur.
BACA JUGA:Tiga Remaja Kritis Diduga Dibacok di Udayana, Mohan Minta Polisi Ungkap Pelaku
Fachrurozi mengatakan, kisah tersebut menjadi salah satu materi yang disampaikan Pokdarwis kepada pengunjung. Sejarah Garis Wallace dinilai memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang tidak hanya ingin menikmati pemandangan, tetapi juga memahami kekayaan ilmiah dan sejarah kawasan Ampenan.
Minat wisatawan asing terhadap tugu tersebut bahkan mulai menyebar melalui rekomendasi antarpelancong. Fachrurozi menyebut wisatawan asal Rusia yang baru-baru ini melakukan aktivitas menyelam turut menyempatkan diri berkunjung ke lokasi tersebut.
Menurutnya, respons wisatawan mancanegara sejauh ini terlihat lebih menonjol dibandingkan wisatawan lokal. Meski demikian, daya tarik baru ini masih perlu terus diperkenalkan agar semakin dikenal oleh pengunjung dari berbagai kalangan.
Pembangunan Tugu Garis Wallace merupakan hasil kolaborasi Pokdarwis Ampenan Kota Tua, Lombok Heritage Science Society (LHSS), dan Dinas Pariwisata Kota Mataram.
Sumber: