Wabup Nurul Adha Minta RSUD Tripat Utamakan Pelayanan Pasien
Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha meminta RSUD Patut Patuh Patju (Tripat) mempercepat dan mempermudah pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan.-Ryan/Istimewa-
LOMBOK BARAT, DISWAY LOMBOK — Wakil Bupati LOMBOK BARAT Hj. Nurul Adha meminta RSUD Patut Patuh Patju (Tripat) mempercepat dan mempermudah pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan. Ia menegaskan, persoalan administrasi tidak boleh menjadi penghambat pasien mendapatkan penanganan medis sesuai kebutuhannya.
Penegasan tersebut disampaikan Nurul Adha saat memimpin apel pagi di halaman RSUD Tripat, Senin (26/10/2026). Kegiatan itu dihadiri Asisten III Setda Lombok Barat, Direktur RSUD Tripat, serta jajaran rumah sakit.
Menurut dia, kualitas pelayanan rumah sakit tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis medis, tetapi juga mencerminkan kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, setiap pasien harus mendapatkan pelayanan profesional, manusiawi, dan tanpa diskriminasi berdasarkan latar belakang maupun kemampuan ekonomi.
BACA JUGA:Kemiskinan Lombok Tengah Turun Jadi 10,34 Persen, 106 Ribu Warga Masih Terdampak
“Rumah sakit merupakan salah satu wajah Lombok Barat. Kita harus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik, nyaman, dan cepat. Jangan sampai masyarakat merasa takut atau ragu datang ke rumah sakit karena persoalan administrasi,” tegasnya.
Nurul Adha mengatakan, evaluasi pelayanan RSUD Tripat perlu terus dilakukan, terutama setelah adanya pemeriksaan oleh Ombudsman serta berbagai masukan dan keluhan masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Sejumlah keluhan yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan keramahan petugas, kecepatan pelayanan, hingga kekhawatiran mengenai administrasi BPJS saat membutuhkan penanganan medis.
BACA JUGA:Terekam CCTV, Motor Jemaah Raib Digondol Maling saat Salat Subuh di Lombok Timur
Ia meminta setiap keluhan dijadikan bahan evaluasi dan ditindaklanjuti secara nyata. Nurul Adha juga mengapresiasi respons Direktur RSUD Tripat terhadap sejumlah persoalan yang muncul serta mendorong penguatan komunikasi dengan pasien dan penanganan pengaduan.
Selain itu, manajemen rumah sakit diminta menyiapkan mekanisme yang jelas untuk membantu pasien mengatasi kendala administrasi BPJS, termasuk persoalan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan Universal Health Coverage (UHC), sesuai ketentuan yang berlaku.
“Utamakan pelayanan terlebih dahulu sesuai kebutuhan medis pasien. Masyarakat harus merasa aman dan yakin bahwa ketika datang ke rumah sakit, mereka akan mendapatkan pelayanan yang baik. Persoalan administrasi harus dicarikan solusi melalui mekanisme yang jelas,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan sistem, tetapi juga sikap petugas saat berhadapan dengan pasien. Keramahan, senyum, komunikasi yang santun, serta kesediaan membantu merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan.
BACA JUGA:Tugu Wallace Line Jadi Magnet Wisatawan Asing di Ampenan
Nurul Adha mendorong evaluasi terhadap alur pelayanan yang terlalu panjang dan menyulitkan masyarakat. Penyederhanaan prosedur dinilai penting agar pasien dan keluarga tidak terbebani proses yang berbelit-belit ketika membutuhkan pertolongan.
Sumber: