Mataram, Disway Lombok – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram mencatat lonjakan pengajuan sanggahan terkait status desil Perlindungan Sosial (Perlinsos). Tercatat, sekitar 68.000 kepala keluarga (KK) mengajukan sanggahan agar data penerima bantuan sosial (bansos) bisa ditinjau kembali dan tepat sasaran.
Kadinsos Kota Mataram, Muzakir Wallad, menjelaskan perubahan desil yang dialami sebagian besar warga terjadi karena berbagai faktor administratif maupun indikasi pelanggaran aturan. Berdasarkan temuan di lapangan, perubahan status desil ini di antaranya disebabkan oleh adanya indikasi keterlibatan dalam judi online (judol), serta Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada KTP yang digunakan oleh pihak pengembang (developer) untuk pendaftaran rumah subsidi.
BACA JUGA:Baru 45,60 Persen Pekerja Mataram Terlindungi Jamsostek, UJC Lirik Pekerja Informal
"Banyaknya masyarakat yang memberikan sanggahan karena merasa sebelumnya mereka rutin mendapatkan bantuan, namun kini tidak dapat lagi karena kategori desil mereka berubah," ujar Muzakir, Selasa (6/10/2026).
Untuk mengakomodasi puluhan ribu warga yang ingin memperbarui data atau mengajukan keberatan, Dinsos Kota Mataram telah membuka berbagai jalur layanan pengaduan. Mekanisme ini dirancang agar masyarakat dapat menyampaikan sanggahan, baik secara digital maupun tatap muka.
Dinsos Kota Mataram telah menyiapkan berbagai langkah masyarakat bisa melakukan pengaduan.
BACA JUGA:Jelang MotoGP Mandalika 2026, PLN Siapkan Ratusan Petugas Jaga Listrik
"Kami dorong melalui musyawarah lingkungan masyarakat dapat menyampaikan pengaduan atau sanggahan melalui musyawarah di tingkat lingkungan tempat tinggal mereka, karena pak kaling juga lebih tau keadaan masyarakat nya," terang Muzakkir.
selain itu kantor kelurahan setempat bagi warga yang mengalami kendala teknologi, tidak memiliki akses internet, atau membutuhkan panduan dalam pengisian formulir, pengaduan dapat dilakukan secara langsung bertatap muka melalui kantor kelurahan, Posko Pengaduan Resmi Dinsos Mataram.
BACA JUGA:Lombok Utara Siapkan Wisata Daratan, Senaru hingga Gumantar Masuk Pemetaan
"Kami ingin masyarakat tetap terlayani menyanggah apabila desil tidak sesuai," ujarnya.
Melalui mekanisme sanggahan ini, Dinsos Kota Mataram berharap validitas data penerima bantuan sosial dapat terus diperbaiki. Langkah ini penting untuk memastikan program perlindungan sosial benar-benar disalurkan kepada masyarakat yang berhak dan membutuhkan.