Outing Class di Museum NTB, Siswa Belajar Sejarah dan Kearifan Lokal

Kamis 22-10-2026,12:37 WIB
Reporter : Dedi Suhadi
Editor : Dedi Suhadi

MATARAM, DISWAY LOMBOK — Belajar sejarah dan budaya tidak cukup hanya melalui teori di ruang kelas. Pengalaman melihat langsung benda-benda bersejarah menjadi cara lain bagi siswa untuk mengenal warisan budaya sekaligus memahami nilai-nilai kearifan lokal.

Pengalaman itu dirasakan Alika dan Lala, siswi kelas VI SDN 1 Taman Sari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, saat mengikuti kegiatan outing class di Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (22/10/2026).

"Kami senang bisa belajar diluar kelas," ucap Alika dan Lala saat ditemui di Museum NTB.

BACA JUGA:Dinkes Mataram Periksa 564 Calon Jemaah Haji, 265 Belum Skrining

Menurut keduanya, pembelajaran di luar kelas memberikan pengalaman dan pemahaman baru, meskipun materi sejarah dan budaya telah mereka pelajari di sekolah.

"Kita bisa melihat langsung benda-benda yang digunakan orang-orang zaman dulu dari daerah lain," katanya.

Melalui kunjungan tersebut, mereka dapat mengenal berbagai benda bersejarah dari daerah lain secara langsung. Pengalaman itu juga menumbuhkan keinginan untuk kembali mengunjungi museum.

"Di museum kita bisa melihat benda-benda bersejarah dari daerah lain. Dan kita juga ingin kesini (museum) lagi," katanya.

BACA JUGA:Guru Besar Hukum Soroti Keabsahan SK Plt Ketua DPW PPP NTB

Alika dan Lala pun mengajak siswa dari sekolah lain untuk berkunjung ke Museum NTB agar mendapatkan pengetahuan baru tentang sejarah dan kebudayaan.

Guru SDN 1 Taman Sari, Juni Kartika, mengatakan outing class menjadi salah satu metode pembelajaran untuk mengenalkan sejarah dan budaya NTB secara langsung kepada siswa.

"Teori sudah kami ajarkan, namun dengan pembelajaran secara langsung akan membuat anak-anak lebih paham," katanya.

Menurut Juni, pembelajaran di luar kelas juga relevan dengan pendekatan pendidikan berkelanjutan. Siswa tidak hanya mempelajari kurikulum nasional, tetapi juga perlu mengenal dan memahami nilai-nilai kearifan lokal yang tumbuh di masyarakat.

"Dalam pendidikan berkelanjutan, selain diajarkan kurikulum secara umum juga diajarkan nilai-nilai kearifan lokal," katanya.

Kategori :