Pemerintah daerah pun memiliki peran penting dalam menyediakan ruang publik yang aman dan mendukung perkembangan anak muda.
Dwi mendorong kegiatan olahraga, seni, musik, dan berbagai kreativitas remaja diorganisasi secara rutin, termasuk melalui perlombaan yang memungkinkan jiwa kompetitif anak muda tersalurkan secara sehat.
Selain itu, tata kelola ruang publik perlu diperkuat melalui penerangan yang memadai, pengawasan secara proporsional, saluran pelaporan yang mudah diakses, serta respons cepat terhadap potensi ancaman keamanan.
Menurutnya, kebutuhan remaja untuk berkumpul, menunjukkan identitas, dan memperoleh pengakuan merupakan bagian dari proses perkembangan sosial. Persoalan muncul ketika kebutuhan tersebut diwujudkan melalui intimidasi, permusuhan, dan kekerasan.
Karena itu, tujuan penanganan kekerasan remaja bukan sekadar membubarkan kelompok atau menghukum pelaku. Lebih dari itu, perlu ada upaya membangun lingkungan pergaulan yang mampu mengubah solidaritas menjadi kekuatan positif.