Kongres Internasional Bahasa Sasak Digelar, Ini Pesan Wagub NTB

Rabu 28-10-2026,14:57 WIB
Reporter : Dedi Suhadi
Editor : Ryan

MATARAM, DISWAY LOMBOK – Bahasa Sasak tak cukup hanya diwariskan dari mulut ke mulut. Bahasa daerah yang menjadi identitas masyarakat Lombok itu perlu diselamatkan melalui keluarga, pendidikan, hingga kebijakan pembelajaran di sekolah.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Indah Dhamayanti Putri dalam Kongres Internasional I Bahasa Sasak yang berlangsung di Kota Mataram, 28–30 Oktober 2026.

Kongres yang diikuti ratusan peserta dari dalam dan luar negeri itu diharapkan menjadi momentum menyatukan pandangan mengenai pelestarian bahasa Sasak, termasuk menentukan pedoman bahasa baku yang dapat digunakan secara luas. 

BACA JUGA:Tokoh Agama Meninggal Usai Tuntaskan Doa Pembukaan Kongres Bahasa Sasak

Indah menegaskan, penyelenggaraan kongres dilandasi keinginan luhur agar generasi muda memiliki panduan yang tepat dalam mengenal, mempelajari, dan menggunakan bahasa serta budaya Sasak.

Menurut dia, upaya tersebut perlu diperkuat melalui pembelajaran muatan lokal di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, SMA, SMK, hingga perguruan tinggi.

“Dengan adanya pembelajaran muatan lokal, kongres hari ini diharapkan mampu menyatukan berbagai pendapat dan memastikan bahasa baku yang dipergunakan,” ujarnya.

Namun, pelestarian bahasa Sasak tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Keluarga juga memiliki peran penting dalam mewariskan bahasa, adat, dan budaya kepada anak-anak sejak dini.

BACA JUGA:Pembacokan di Mataram Tewaskan Satu Orang, 10 Orang Diamankan

Indah mengingatkan, orang tua merupakan pihak pertama yang bertanggung jawab memperkenalkan identitas budaya kepada generasi penerus. Pendidikan formal dan lingkungan keluarga harus berjalan beriringan agar bahasa Sasak tidak kehilangan penuturnya.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh tokoh dan masyarakat Sasak untuk bersatu memberikan kontribusi bagi kemajuan masyarakat adat. Menurutnya, masyarakat Sasak telah melahirkan sejumlah tokoh penting, bukan hanya di tingkat NTB, melainkan juga di kancah nasional.

Potensi tersebut, kata dia, perlu menjadi kekuatan untuk mendorong kemajuan masyarakat sekaligus menjaga warisan leluhur.

BACA JUGA:Akar Kekerasan Remaja di Mataram, Bukan Sekadar Kenakalan

Dalam kesempatan itu, Indah turut mengenang kontribusi almarhum TGH Nurudin Marzuki bagi masyarakat adat Sasak. Ia mengajak peserta kongres menjadikan pengabdian tokoh tersebut sebagai pengingat bahwa pelestarian budaya membutuhkan komitmen dan kontribusi nyata.

Kategori :