Anggaran KONI KSB Rp11,8 Miliar Dilaporkan ke Kejati NTB

Jumat 06-11-2026,06:19 WIB
Reporter : Ramli
Editor : Ryan

MATARAM, DISWAYLOMBOK.ID – Anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026 menjadi sorotan. Nilainya mencapai Rp11,8 miliar, bahkan lebih besar dibandingkan total anggaran empat kabupaten/kota lain di Pulau Sumbawa yang jika digabung hanya Rp10,9 miliar.

Besarnya anggaran tersebut memicu dugaan penyimpangan pengelolaan dana. Ketua Pengurus Provinsi Kickboxing Indonesia NTB, Junaidi Kasum, melaporkan persoalan itu ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB.

Dalam pengaduan tersebut, Junaidi meminta aparat penegak hukum memeriksa sejumlah pihak, termasuk Ketua Pengurus Cabang Kickboxing Indonesia KSB berinisial SY dan Ketua KONI KSB berinisial AL.

BACA JUGA:Mohan Roliskana Pimpin KONI NTB 2026–2030, Targetkan Prestasi di PON 2028

Laporan itu menyoroti sejumlah aspek, mulai dari besaran anggaran kontingen, pembiayaan atlet dan ofisial, pelaksanaan pemusatan latihan daerah (Pelatda), hingga pertanggungjawaban dana penyelenggaraan cabang olahraga yang mengalami perubahan lokasi.

Anggaran KSB Lampaui Empat Daerah

Berdasarkan data yang disertakan dalam laporan, KONI KSB mengalokasikan Rp11,8 miliar untuk mengikuti 41 cabang olahraga dengan jumlah kontingen 786 orang.

Sebagai pembanding, Kabupaten Sumbawa menganggarkan Rp2,9 miliar untuk 626 peserta, Kabupaten Dompu Rp3 miliar untuk 617 peserta, Kota Bima Rp2,5 miliar untuk 530 peserta, dan Kabupaten Bima Rp2,5 miliar untuk 478 peserta.

BACA JUGA:Bonus Atlet Porprov Dompu Rp2,996 Miliar Menunggu SK KONI NTB

Jika digabung, empat daerah tersebut mengalokasikan Rp10,9 miliar untuk membiayai 2.251 atlet dan ofisial.

Artinya, anggaran KONI KSB lebih besar Rp900 juta dibandingkan gabungan empat daerah tersebut, meskipun jumlah kontingennya jauh lebih sedikit.

Perbedaan juga terlihat dari rata-rata anggaran per peserta. KSB mencapai sekitar Rp15,01 juta per orang. Sementara Kabupaten Sumbawa sekitar Rp4,63 juta, Dompu Rp4,86 juta, Kota Bima Rp4,72 juta, dan Kabupaten Bima Rp5,23 juta.

Selisih Anggaran Jadi Sorotan

Secara rata-rata tertimbang, empat daerah pembanding mengalokasikan sekitar Rp4,84 juta per peserta. Dengan demikian, alokasi KSB mencapai sekitar 3,1 kali lipat.

Dari perbandingan itu, pelapor membuat simulasi kebutuhan anggaran kontingen KSB jika menggunakan rata-rata pembiayaan empat daerah lainnya. Hasilnya, kebutuhan proporsional diperkirakan sekitar Rp3,81 miliar.

Kategori :